Pedagang Cianjur Libur Tiap Jumat, Ada Apa

Minggu, 05 Okt 2025, 20:46 WIB

CIANJUR – Para pedagang yang biasa berjualan di kawasan Masjid Agung Cianjur dan Taman Alun-alun Cianjur setiap Jumat diharuskan libur. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo di Cianjur, Minggu, mengatakan penghentian aktivitas berjualan berlaku satu hari penuh setiap Jumat. 

Ketentuan itu, katanya, sudah berlaku mulai pekan ini sehingga tidak ada lapak atau gerobak pedagang yang terpasang di area masjid dan alun-alun. “Ini dilakukan untuk menghormati hari Jumat dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan jumatan, sehingga pedagang libur tidak berjualan selama satu hari, di mana hal tersebut telah disepakati bersama dan harus dipatuhi," katanya.

Ket. Foto: berjualan — Sumber: ist

Meski ada pedagang yang keberatan dengan penerapan libur berjualan setiap Jumat, dia memberikan pemahaman agar kebijakan tersebut dipatuhi dan selanjutnya pedagang sepakat menerima keputusan tersebut. Bahkan, dia memberikan penjelasan kepada mereka yang sudah memiliki langganan tetap agar berjualan dengan cara lain, seperti menerima pesanan dari rumah dan pesanan langsung diantar ke pembeli.

"Kebijakan ini diberlakukan setiap Jumat tanpa pengecualian semua pedagang sudah sepakat jadi agar tertib biar tidak mengganggu umat Islam yang mau beribadah, pedagang dapat ikut beribadah sepanjang hari Jumat karena libur,” katanya. Dia menjelaskan penertiban yang dilakukan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid, terutama saat masyarakat, terutama kaum pria menjalankan ibadah Shalat Jumat.

Pasalnya, kata dia, selama ini setiap Jumat, kawasan Masjid Agung dan Taman Alun-alun Cianjur masih banyak terlihat sampah yang disisakan pedagang, sehingga diterapkan kawasan tersebut bebas dari pedagang selama satu hari dalam sepekan. "Kami belum menerapkan sanksi tapi kalau ada yang nakal akan ditertibkan dan terancam tidak dapat berjualan kembali di kawasan tersebut, kami juga meminta pedagang tetap menjaga kebersihan di kawasan tersebut setiap hari," katanya.

Bagian Bansos

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendistribusikan sekitar 1 ton beras dan ratusan paket bantuan, seperti paket keluarga, anak, dan kebersihan, melalui aparat desa dan kecamatan, untuk korban bencana alam selama September 2025.

Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur Ajang Fajar Aciana di Cianjur, Jumat, mengatakan bantuan yang diberikan untuk korban bencana alam tersebar dari wilayah utara hingga selatan, termasuk korban kebakaran dan angin puting beliung di tiga kecamatan.

"Selama satu bulan terakhir pendistribusian bantuan mencakup 154 desa mulai dari utara hingga selatan yang dilanda bencana alam mulai dari banjir, longsor, puting beliung, dan kebakaran, di mana bantuan disalurkan melalui pihak desa dan kecamatan," katanya.

Dia merinci bantuan yang sudah disalurkan, seperti 1.200 kilogram beras, 345 paket kebersihan, 50 paket keluarga, dan 20 paket anak, dengan anggaran bersumber dari kegiatan Bulan Dana PMI pada 2024, berupa penggalangan sumbangan dari berbagai kalangan, seperti pemerintah, masyarakat, dan pelajar.

"Bulan Dana (PMI) digelar setiap akhir tahun mulai dari bulan Oktober dan berakhir di bulan Desember, dari setiap dana yang diberikan berbagai kalangan dipakai kembali untuk memberikan berbagai pelayanan kemanusiaan termasuk pendistribusian logistik," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.