Persija Raih Gelar Akademi Terbaik EPA 2025/2026, Ricky Nelson Sebut Fondasi Masa Depan Klub
Senin, 18 Mei 2026, 05:00 WIBJakarta - Direktur Akademi Persija Jakarta Ricky Nelson menyebut akademi merupakan âtiang penyangga sebuah klubâ setelah Persija meraih penghargaan akademi terbaik Elite Pro Academy (EPA) musim 2025/2026.
Penghargaan tersebut diraih setelah Persija menjuarai EPA Super League U20 usai mengalahkan Malut United 1-0 pada partai final. Selain itu, Persija U18 juga menjadi finalis EPA U18 meski kalah melalui adu penalti 2-3 dari Malut United di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Minggu (17/5).
âAkademi harus dilihat sebagai investasi masa depan yang serius sehingga kami tidak mau main-main dalam hal itu. Apresiasi ini tentu kami syukuri, tetapi yang paling penting akademi harus terus berjalan dan klub melihat ini sebagai investasi jangka panjang,â kata Ricky kepada awak media.
âAkademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub. Kalau akademinya bagus, klub juga akan menjadi bagus,â tambahnya.
Kesuksesan Persija di EPA musim ini juga diikuti raihan individu. Pelatih Persija U20 Furqon dan pelatih Persija U18 Ferdiansyah dinobatkan sebagai pelatih terbaik, sementara Ahmad Mujadid menjadi top skor EPA U20.
Tak hanya itu, Persija juga meraih penghargaan fair play untuk kategori EPA U16 dan EPA U18.
Ricky mengatakan filosofi permainan yang diterapkan kepada pemain muda menjadi salah satu faktor keberhasilan tersebut.
âKami tekankan anak-anak untuk fokus bermain bola, bukan mencederai lawan. DNA yang kami bangun adalah penguasaan bola dan permainan menyerang sehingga tidak banyak melakukan pelanggaran,â ujarnya.
Saat ditanya mengenai rahasia sukses akademi Persija, Ricky mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan metodologi modern yang terus diperbarui melalui kerja sama dengan sejumlah pihak dari luar negeri, termasuk Spanyol dan Swedia.
âKami selalu melakukan studi banding untuk mencari DNA terbaik bagi pemain muda. Sejauh ini pilihan kami cukup berhasil, walaupun masih banyak pekerjaan rumah terutama bagaimana menaikkan pemain ke tim utama,â jelasnya.
Menurut Ricky, keberhasilan akademi akan terasa sia-sia jika tidak ada pemain yang dipromosikan ke tim senior setiap musim.
Ia menyebut Persija menargetkan minimal tiga pemain muda promosi ke tim utama setiap tahun, dengan setidaknya satu pemain menjalani debut di tim senior.
âTahun ini ada Figo Dennis, Aditya Warman, dan Syayid yang debut. Mudah-mudahan saat melawan Semen Padang nanti ada satu lagi yang bisa debut. Jadi kalau itu terjadi, ada empat pemain yang debut musim ini,â katanya.
Jalur Juara
Di sisi lain, Ricky berharap keberhasilan Persija U20 menjuarai EPA dapat menjadi motivasi bagi tim senior yang saat ini dilatih Mauricio Souza.
âSemoga ini menjadi penyemangat bahwa Persija bisa kembali ke jalur juara,â ujarnya.
Tim senior Persija sebelumnya dipastikan gagal menjuarai Super League musim ini setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda.
Meski demikian, Persija berhasil bangkit dengan mengalahkan Persik Kediri 3-1 pada laga pekan ini.
Kemenangan itu membuat Persija mengoleksi 68 poin dan dipastikan finis di posisi ketiga klasemen Super League. Laga terakhir mereka musim ini akan berlangsung di kandang menghadapi Semen Padang pada 23 Mei mendatang.
Ricky berharap Persija dapat memanfaatkan masa jeda kompetisi selama dua bulan untuk mempersiapkan diri lebih baik demi menyambut musim depan.
âMudah-mudahan musim 2026/2027 menjadi milik Persija,â katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BYD Tambah Varian dan Upgrade Atto 1 Agar Lebih Segar
-
Shin Tae-Yong resmi latih Persija Jakarta
-
Persija Jakarta Wajib Tempatkan Pemain Berkarakter, Ini Penjelasan Shin Tae-Yong
-
Tiongkok Mengerahkan Tiga Pesawat Tempur Elit untuk Latihan Intensitas Tinggi di Gurun
-
Meriah, Hari Jadi Bogor dengan Gelaran Budaya
-
Persija Jakarta Menjuarai EPA Super League U20
-
Persija Jadi Klub Sepak Bola Pertama di Indonesia yang Gunakan Bus Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.