Pemerintah Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik Meski Rupiah Melemah

Senin, 18 Mei 2026, 16:20 WIB

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) tetap tidak berubah meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga LPG subsidi maupun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5). — Sumber: Antara

“Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap, enggak ada (perubahan),” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5).

Laode mengatakan mekanisme impor LPG dan minyak masih berjalan normal di tengah tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

“Kan sudah diumumkan Pak Menteri. Sampai akhir tahun (tidak berubah),” katanya.

Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.597 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan harga LPG dan BBM subsidi tetap dipertahankan meski kondisi global bergejolak.

Sementara itu, analis mata uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya sentimen risk off global setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping belum menghasilkan solusi konkret terkait perang AS-Iran.

“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ujar Lukman.

Dalam pertemuan tersebut, China disebut mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz dan mempertahankan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Trump juga menyatakan belum yakin kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai karena negosiasi program nuklir masih berlangsung tanpa titik temu.

Berdasarkan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS.

Di tengah kondisi ekonomi global tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG subsidi tetap aman dengan menambah penyaluran 5,8 juta tabung LPG 3 kg selama libur panjang pekan ini.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan tambahan penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah sesuai tren konsumsi masyarakat.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi, khususnya LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak,” ujar Roberth.

Menurut dia, tambahan distribusi dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi rumah tangga selama periode libur panjang.

“Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah,” katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.