Batik Jadi Motor Awal Penggerak Koperasi Merah Putih di Yogya

Senin, 18 Mei 2026, 16:00 WIB

YOGYAKARTA - Puluhan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Yogyakarta mulai menjalankan berbagai aktivitas usaha meski belum didukung keberadaan gerai permanen. Sejumlah koperasi bahkan telah terlibat dalam kegiatan produksi dan penyediaan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembuatan batik hingga penyediaan bahan pokok.

Aktivitas koperasi tersebut berjalan beriringan dengan peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026). Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti peresmian secara daring dari wilayah Gunungketur yang dikenal sebagai sentra produksi batik.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Yogyakarta

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Inf Arif Setiyono turut mencoba proses membatik dengan teknik cap.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keterbatasan lahan belum menjadi penghalang bagi pengembangan koperasi. Menurutnya, fokus utama saat ini ialah memastikan koperasi berjalan dan menghasilkan aktivitas ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Sekarang ini kita (KKMP) aktivitas sudah bagus. Jadi Koperasi Merah Putih sudah punya delapan unit (usaha) untuk pengecapan batik Jadi yang kemarin sudah berhasil melayani sebanyak 6.500 PNS seragam batik Segoro Amarto, semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih," kata Hasto saat mengikuti peresmian secara daring di Gunungketur.

Ia menjelaskan perkembangan tersebut menjadi capaian penting bagi Kota Yogyakarta yang selama ini belum memiliki banyak pengrajin batik cap berskala besar. Kini terdapat delapan KKMP yang telah terlibat dalam produksi batik Segoro Amarto untuk memenuhi kebutuhan seragam.

Menurut Hasto, penguatan koperasi juga diarahkan untuk menggerakkan pelaku UMKM dan perajin lokal melalui sistem usaha yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran.

"Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah yang jumlahnya 65.000. Saya kira Yogya sebagai kota batik yang ditetapkan oleh UNESCO, kita ingin mewujudkan kemampuan Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta," terangnya.

Selain memperkuat kegiatan usaha, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung KKMP. Hasto menyebut Kasultanan Ngayogyakarta telah memberikan hak penggunaan lahan sekitar 3.000 meter persegi di kawasan Umbulharjo.

Lahan tersebut direncanakan terbagi untuk pembangunan fasilitas koperasi, pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, serta program pertanian terpadu yang berorientasi pada pengolahan pupuk.

"Kita ingin membikin pupuk kemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk," ujar Hasto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto mengatakan dari 45 kelurahan yang ada di Kota Yogyakarta, sebanyak 32 kelurahan telah memiliki aktivitas KKMP. Jenis usaha yang dijalankan beragam, mulai dari produksi batik, penyediaan bahan pokok, layanan keuangan, hingga kemitraan dengan hotel dan dukungan operasional program Makan Bergizi Gratis.

"Misalnya di Gunungketur memang sentra batik. Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berdasarkan potensi lokal. Harapannya, dengan adanya koperasi ini para pengrajin-pengrajin batik tidak berjalan sendiri. Mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya melalui koperasi," terang Tri Karyadi.

Ketua KKMP Gunungketur Reza Murtaza menambahkan pihaknya telah memproduksi 650 lembar batik Segoro Amarto untuk memenuhi pesanan ASN Pemkot Yogyakarta. Produksi juga dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan tambahan dari sejumlah instansi pendidikan. Produksi batik lebih eksis karena ada instruksi wali kota untuk seragam Segoro Amarto.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.