Wang Yi Ungkap Hasil Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Beijing

Sabtu, 16 Mei 2026, 17:30 WIB

Beijing - Presiden Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) melakukan komunikasi mendalam serta mencapai hasil positif dalam pertemuan mereka di Beijing, kata diplomat tertinggi Tiongkok, Wang Yi, Jumat (15/5).

Wang menyampaikan hal tersebut saat berbicara kepada awak media mengenai pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan Trump ke Tiongkok pada 13-15 Mei.

Ket. Foto: Presiden Tiongkok Xi Jinping berbincang bersama Presiden AS Donald Trump saat melakukan pertemuan pribadi di Zhongnanhai, Beijing, ibu kota Tiongkok, Jumat (15/5). — Sumber: Antara

“Pertemuan mereka mencakup pembicaraan resmi, jamuan penyambutan, pertemuan pribadi, hingga kunjungan bersama,” kata Wang.

Ia menambahkan, kedua pemimpin menghabiskan hampir sembilan jam dalam berbagai interaksi dengan suasana saling menghormati, komitmen terhadap perdamaian, serta keinginan untuk memperkuat kerja sama.

Menurut Wang, konsensus politik terpenting dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan kedua kepala negara untuk membangun hubungan bilateral yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis.

Kedua pihak juga menyatakan kesediaan memperluas pertukaran di berbagai bidang, termasuk diplomasi, militer, ekonomi dan perdagangan, kesehatan, pertanian, pariwisata, pertukaran budaya dan masyarakat, hingga penegakan hukum.

Ia menilai langkah tersebut memberikan dorongan baru bagi hubungan kedua negara di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Wang Yi juga memaparkan visi baru hubungan Tiongkok-AS usai pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Beijing.

Menurut Wang, kedua negara sepakat membangun hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis sebagai panduan hubungan bilateral dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Wang menjelaskan bahwa stabilitas strategis yang konstruktif harus menjadi stabilitas positif dengan kerja sama sebagai fondasi utama. Karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk memperkuat ketahanan hubungan Tiongkok-AS melalui pertukaran dan kerja sama.

“Stabilitas strategis yang konstruktif juga harus menjadi stabilitas yang sehat dengan persaingan moderat,” ujar Wang.

Ia menegaskan bahwa pola permainan menang-kalah (zero-sum game), yakni ketika satu pihak memperoleh keuntungan dengan mengorbankan pihak lain, harus ditolak.

Diplomat tertinggi Tiongkok itu menambahkan, stabilitas strategis yang konstruktif juga harus menjadi hubungan yang stabil dan mampu mengelola perbedaan, bukan hubungan yang naik turun layaknya roller coaster.

“Stabilitas strategis yang konstruktif juga harus menjadi stabilitas jangka panjang dengan komitmen terhadap perdamaian. Kedua pihak tidak boleh membiarkan konflik, konfrontasi, atau bahkan perang terjadi,” kata Wang.

  • AS-Tiongkok

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.