Trump Klaim Tiongkok Sepakat Beli 200 Pesawat Boeing dalam Kesepakatan Baru

Jumat, 15 Mei 2026, 05:30 WIB

Beijing - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/5), bahwa Tiongkok telah sepakat membeli 200 pesawat Boeing. Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Trump menyebut pesanan itu sebagai pembelian “200 pesawat besar”.

“Itu semacam pernyataan, tetapi saya pikir itu adalah sebuah komitmen,” kata Trump saat menjelaskan percakapannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam wawancara dengan Fox News.

Ket. Foto: Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan upacara penyambutan untuk Presiden AS Donald Trump di luar Balai Agung Rakyat sebelum pembicaraan mereka di Beijing, ibu kota Tiongkok, Kamis (14/5). — Sumber: Antara

“Itu menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” ujar Trump kepada pembawa acara Fox News, Sean Hannity, dalam cuplikan wawancara yang dirilis stasiun televisi tersebut.

Namun, setelah cuplikan wawancara dirilis, saham Boeing justru mengalami penurunan.

Media-media AS sebelumnya melaporkan bahwa Tiongkok kemungkinan akan memesan sekitar 500 unit pesawat lorong tunggal Boeing 737 MAX, ditambah 100 pesawat berbadan lebar seperti 787 Dreamliner dan 777.

Boeing belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut saat dimintai komentar.

Chief Executive Officer Boeing, Kelly Ortberg, turut menjadi bagian dari delegasi AS dalam pertemuan tingkat tinggi di Beijing.

Pada April lalu, Ortberg mengatakan dirinya optimistis terhadap potensi pesanan dari Tiongkok. Menurut dia, realisasi kesepakatan tersebut sangat bergantung pada hubungan dan negosiasi antara AS dan Tiongkok.

“Saya pikir itu 100 persen bergantung pada negosiasi dan hubungan AS-Tiongkok,” kata Ortberg kepada para analis.

Pesanan terakhir Boeing dari otoritas Tiongkok terjadi pada 2017 ketika Trump berkunjung ke Beijing pada masa jabatan pertamanya. Saat itu, Tiongkok memesan 300 pesawat, baik lorong tunggal maupun ganda, dengan nilai diperkirakan mencapai 37 miliar dolar AS.

Sementara itu, saham Boeing tercatat turun sekitar 4 persen setelah pukul 17.00 GMT atau sekitar pukul 01.00 dini hari waktu Singapura pada 15 Mei.

  • AS-Tiongkok

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.