- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Klaim Tiongkok Sepak...
Trump Klaim Tiongkok Sepakat Beli 200 Pesawat Boeing, Akhiri Beku Dagang Satu Dekade
Jumat, 15 Mei 2026, 15:15 WIBJAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Tiongkok telah menyepakati pembelian 200 unit pesawat dari Boeing. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis waktu setempat.
Trump menyebut kesepakatan itu sebagai terobosan besar dalam hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir sempat diwarnai ketegangan perdagangan. Menurutnya, jumlah pembelian tersebut melampaui target awal yang diharapkan produsen pesawat asal Amerika Serikat itu.
"Boeing menginginkan 150 unit, mereka mendapatkan 200 unit," ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Ia menambahkan pesanan tersebut juga akan mencakup pesawat berukuran besar. Namun hingga kini belum ada rincian resmi terkait jenis pesawat yang masuk dalam kesepakatan tersebut.
Sebelum kesepakatan terbaru ini, maskapai-maskapai penerbangan di Tiongkok diperkirakan akan memesan hingga 500 pesawat Boeing, termasuk model Boeing 737 Max serta pesawat berbadan lebar lainnya.
Jika terealisasi, pembelian ini akan mengakhiri pembekuan panjang pesanan Boeing dari Tiongkok yang telah berlangsung hampir satu dekade. Kondisi tersebut sekaligus menjadi angin segar bagi Boeing yang tengah melakukan restrukturisasi bisnis di tengah tekanan industri penerbangan global.
Analis intelijen Bloomberg, George Ferguson, menilai jumlah pesanan tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar. Pelaku industri sebelumnya memperkirakan Tiongkok dapat memesan hingga 300 pesawat atau lebih.
"Pesanan sebanyak 200 pesawat mengecewakan bagi pasar yang mengharapkan 300 pesawat atau lebih," kata Ferguson seperti dikutip Bloomberg.
Kesepakatan ini muncul di tengah tingginya permintaan global terhadap pesawat baru. Di sisi lain, kapasitas produksi industri penerbangan dunia masih menghadapi tantangan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Kembalinya penjualan Boeing ke pasar Tiongkok dinilai dapat membantu menstabilkan kondisi keuangan perusahaan sekaligus memberi akses tambahan bagi maskapai penerbangan di Tiongkok terhadap armada baru.
Kesepakatan itu juga bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Trump selama tiga hari ke Tiongkok. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping untuk membahas isu perdagangan, kerja sama energi, Taiwan, hingga persoalan geopolitik global.
Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa kedua negara berupaya menstabilkan hubungan dagang di tengah berbagai ketegangan yang masih berlangsung, termasuk isu keamanan, sanksi ekonomi, hingga konflik global.
Sebelumnya, Amerika Serikat juga diketahui menjatuhkan sanksi tambahan terhadap sejumlah entitas yang diduga memiliki keterkaitan dengan program militer Iran, termasuk organisasi yang berbasis di Tiongkok dan Hong Kong.
- Donald Trump
- Xi Jinping
- Kerja Sama Bilateral
- Boeing
- Ekonomi Global
- AS-Tiongkok
- Kebijakan Perdagangan AS
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Minta Eropa Lepaskan Cadangan Solar untuk Atasi Kelangkaan
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Evakuasi Mencekam 69 Korban KM Virgo Transport 8, Pelindo Trisakti Disiagakan Tanggap Darurat
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Luar Biasa, Tundukkan Pegula, Sabalenka 4 Kali Berturut-turut Capai Final US Open
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
Marshall Emberton III Hadir dalam Warna Vivid Brown, Bawa Suara 360° dan Baterai hingga 32 Jam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.