Perebutan Gelar dan Tiket Eropa Memasuki Titik Kritis

Jumat, 15 Mei 2026, 07:09 WIB

LONDON - Persaingan menuju Liga Champions dan perebutan gelar Liga Inggris memasuki fase paling menegangkan. Di satu sisi, Aston Villa dan Liverpool saling sikut demi tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan. Di sisi lain, Manchester City terus menekan Arsenal dalam perebutan trofi Liga Inggris yang belum juga menemukan titik akhir.

Villa Park akan menjadi arena laga krusial, Sabtu (16/5) dini hari WIB, ketika Aston Villa menjamu Liverpool dalam laga yang bisa menentukan arah akhir musim kedua tim. Keduanya masih memburu kepastian tampil di Liga Champions musim depan, dengan selisih poin yang sangat tipis.

Ket. Foto: Gelandang Liverpool asal Belanda bernomor punggung 38, Ryan Gravenberch, merayakan gol pembuka dalam pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Chelsea di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 9 Mei 2026. — Sumber: PETER POWELL / AFP

Liverpool kini menempati posisi keempat klasemen, tetapi hanya unggul selisih gol atas Villa di posisi kelima. Situasi semakin rumit karena Bournemouth yang berada di peringkat keenam masih membayangi dengan selisih empat poin dan menyisakan dua pertandingan.

Performa Villa di liga memang menurun dalam beberapa pekan terakhir akibat fokus mereka di Liga Eropa. Namun, pengorbanan itu terbayar setelah tim asuhan Unai Emery memastikan tempat di final berkat kemenangan agregat 4-1 atas Nottingham Forest.

Villa hanya meraih satu poin dari tiga laga liga terakhir, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Burnley setelah kalah dari Fulham dan Tottenham Hotspur. Meski demikian, mereka masih berada di posisi aman untuk lolos ke Liga Champions.

Selain melalui klasemen liga, Villa juga memiliki jalur alternatif lewat final Liga Europa menghadapi Freiburg pada tanggal 20 Mei mendatang. Gelar juara akan otomatis membawa mereka kembali ke panggung Liga Champions musim 2026-2027.

Namun sejarah kurang berpihak kepada Villa. Dari 16 pertemuan terakhir Liga Inggris melawan Liverpool, mereka hanya sekali menang, yakni kemenangan fenomenal 7-2 di Villa Park pada bulan Oktober 2020. Di kubu tamu, Liverpool datang setelah bermain imbang 1-1 melawan Chelsea. Penampilan skuad asuhan Arne Slot kembali menuai kritik karena dianggap kehilangan konsistensi musim ini.

The Reds bahkan kalah 2-3 dari Manchester United di Old Trafford dalam laga tandang terakhir mereka. Meski begitu, peluang finis di zona Liga Champions masih terbuka lebar. Liverpool juga masih berpeluang finis di posisi ketiga. Syaratnya, mereka harus memenangi dua laga tersisa sambil berharap Manchester United terpeleset dalam dua pertandingan terakhir.

Masalah terbesar Liverpool musim ini ada pada performa tandang. Mereka hanya memiliki rekor tandang terbaik kesembilan di liga, dengan delapan kekalahan dari 18 pertandingan. Catatan itu menjadi alarm bahwa perombakan besar diperlukan bila mereka ingin kembali bersaing memperebutkan gelar musim depan.

Villa mendapat kabar positif jelang laga penting ini. Ollie Watkins sedang tajam setelah terlibat dalam 12 gol dari 13 pertandingan terakhir, termasuk sembilan gol. Sementara itu, Emiliano Buendia diperkirakan kembali menjadi starter setelah mencetak dua gol dalam tiga penampilan terakhir.

Sebaliknya, Liverpool masih dipusingkan dengan kondisi kebugaran sejumlah pemain penting seperti Mohamed Salah, Alisson Becker, Ibrahima Konate, dan Florian Wirtz yang masih diragukan tampil.

Terus Menekan

Sementara itu, perebutan tiket Liga Champions memanas, drama perebutan gelar juga semakin mendebarkan. Manchester City menjaga tekanan kepada Arsenal setelah menang meyakinkan 3-0 atas Crystal Palace di Stadion Etihad.

Pelatih Pep Guardiola melakukan enam perubahan dalam susunan pemain, tetapi City tetap tampil dominan. Gol-gol dari Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Savinho memastikan tiga poin penting bagi tuan rumah.

Kemenangan itu membuat City kini mengoleksi 77 poin, hanya terpaut dua angka dari Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Bahkan, City kini unggul selisih gol dan lebih produktif dibanding rivalnya asal London Utara tersebut. Persaingan gelar sempat terlihat berbalik arah beberapa pekan lalu, tetapi hasil imbang 3-3 City melawan Everton pekan lalu kembali memberi keuntungan kepada Arsenal.

Kini tekanan sepenuhnya berada di kubu Arsenal. Jika tim asuhan Mikel Arteta mampu mengalahkan Burnley pada laga berikutnya, maka City wajib menundukkan Bournemouth untuk menjaga asa juara tetap hidup hingga pekan terakhir.

Pada hari terakhir musim, Arsenal akan bertandang ke markas Crystal Palace, sementara City menjamu Aston Villa. Situasi itu membuka peluang drama hingga menit terakhir kompetisi. Guardiola mengakui nasib gelar kini lebih banyak ditentukan Arsenal. “Semuanya tergantung mereka. Jika Arsenal memenangi dua laga terakhir, maka tidak ada lagi yang bisa kami lakukan,” ujar Guardiola. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.