Pemkot Malang Targetkan 200 UMKM Tembus Pasar Ekspor pada 2026
Jumat, 15 Mei 2026, 17:12 WIBMALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur (Jatim), menargetkan 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu menembus pasar ekspor pada 2026.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi di Kota Malang, Jumat, mengatakan ratusan UMKM saat ini terus menjalani masa pemantapan dan pelatihan melalui Klinik Eksport pemerintah setempat.
"Terdapat 200 UMKM yang diproyeksikan untuk ekspor dan semoga terealisasi semua di tahun ini, sebagai upaya percepatan kami rutin satu minggu sekali menyelenggarakan kelas klinik eksport di Malang Creative Center (MCC)," kata Eko.
Sebanyak 200 UMKM itu terdiri dari berbagai jenis produk, seperti kriya, makanan dan perabotan rumah tangga.
Melalui pelatihan, kata dia, para pelaku UMKM diberikan peningkatan kapasitas mengenai syarat dan kualifikasi utama supaya produknya bisa dipasarkan secara global, di antaranya legalitas dan standar kualitas produk serta kemasan.
Petugas dari dinas terkait melakukan kurasi satu per satu pada setiap produk UMKM.
Jika ditemukan produk yang tak memenuhi standar ekspor maka pelaku UMKM terkait langsung mendapatkan intervensi, berupa pendampingan lanjutan oleh petugas.
"Animonya bagus makanya semuanya hal kami berikan, termasuk menjembatani dengan pihak yang akan membawa produk pelaku UMKM keluar negeri," ujarnya.
Diskopindag Kota Malang mencatat, hingga saat ini di wilayah setempat terdapat 40 ribuan UMKM dan dari jumlah itu sebanyak 95 UMKM telah berhasil mendapatkan kesempatan ekspor.
Nilai ekspor produk UMKM Kota Malang sejauh ini tercatat sebesar Rp100 miliar.
Eko menyampaikan apabila 200 UMKM dinyatakan memenuhi ketentuan masuk ke pasar global maka nilai ekspor produk UMKM Kota Malang menjadi Rp1 triliun.
Untuk negara tujuan pemasaran produk UMKM saat ini masih mencakup Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia.
Meski demikian, dia menyampaikan pemerintah setempat sedang berupaya memperluas akses dagang paling tidak ke Selandia Baru dan Jepang dengan melibatkan peran diaspora yang berada di negara-negara tersebut.
"Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan yang di Jepang, dia memiliki akses ke pasar. Kalau Selandia Baru rencananya diundang datang ke Kota Malang," kata dia.
- Ekspor
- Pemkot Malang
- UMKM
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
-
Kebut Pembangunan DOB, Wamendagri Dorong KPP Papua Selatan Masuk Proyek Strategis Nasional
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
-
BPBD Sampang Catat 94 Desa Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih 2026
-
Inspiratif! Pasangan Kakek Nenek Asal Aceh Ini Nekat Setir Mobil ke Eropa Lewat Jalur Darat
-
Pemerintah Catat Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp1.010,6 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.