Maksimalkan Potensi Perikanan, Penajam Siap Jadi Sentra Ikan Air Tawar-Payau
Senin, 29 Jun 2026, 17:45 WIBPENAJAM PASER UTARA â Penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.
Upaya ini memerlukan peningkatan produktivitas sektor peternakan dan perikanan, penguatan rantai pasok, serta stabilisasi harga agar produk protein hewani tetap terjangkau.
Jika dilakukan secara berkelanjutan, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor agribisnis dan meningkatkan kesejahteraan para peternak serta pembudidaya ikan.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur memaksimalkan potensi budi daya ikan air tawar dan payau sebagai strategi utama memperkuat ketahanan pangan protein hewani di kabupaten setempat.
"Bantuan benih dan sarana prasarana terus diupayakan untuk meningkatkan produksi budi daya ikan air tawar dan payau," ujar Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Musakkar Mulyadi, Senin (29/6), ketika ditanya menyangkut budi daya perikanan di Penajam.
Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten, lanjut dia, setiap tahun memberikan bantuan benih ikan maupun kolam terpal bioflok sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan produksi budidaya ikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan peningkatan produksi ikan budi daya minimal dua persen per tahun, untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang setiap tahun mengalami pertumbuhan.
Hingga kini, jelas dia, tercatat produksi budi daya ikan air tawar dan payau (campuran air tawar dan air laut) di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 11.000-12.000 ton per tahun.
Optimalisasi sejumlah lahan potensial untuk kolam dan tambak juga dilakukan, terdata kolam budi daya ikan air tawar yang belum tergarap dengan luas 750 hektare dari 1.200 hektare, karena yang tergarap baru 450 hektare.
Kemudian potensi lahan tambak air payau yang dikembangkan masyarakat untuk budi daya ikan baru 4.500 hektare, kata dia, masih ada 4.900 hektare yang belum dikembangkan dari luas lahan potensi tambak 9.500 hektare.
Terdapat 472 kelompok budi daya ikan air tawar dan payau dan sebagian besar melakukan budi daya ikan bandeng di tambak, kata dia, kelompok lainnya budi daya ikan air tawar seperti lele, patin dan nila dengan media kolam tanah maupun kolam terpal dengan sistem bioflok.
Pemerintah kabupaten terus berupaya mengembangkan budi daya ikan karena memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat, demikian Musakkar Mulyadi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hadapan Ancaman Kekeringan Ekstrem, Kementan Dorong Optimalisasi Pompa Air
-
BNPB: Dua Korban Longsor di Bogor dan Cianjur Ditemukan
-
Lindungi Anak dari Bahaya Internet, Komdigi Perkenalkan Platform TunasDigital.id
-
Wali Kota Semarang: Arus Angkutan Mudik dan Balik Lebaran Berjalan Lancar
-
Trump: Putusan MA Justru Memberi Wewenang yang Jauh Lebih Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.