Halte Kebon Sirih Arah Selatan Ditutup 15-18 Mei, Gunakan Halte Arah Kota sebagai Alternatif

Jumat, 15 Mei 2026, 13:35 WIB

JAKARTA - Halte Transjakarta Kebon Sirih arah Blok M (arah selatan), Jakarta Pusat, ditutup sementara mulai Jumat (15/5/2026) malam hingga Senin (18/5/2026) pagi. Penutupan ini dilakukan sebagai dampak pekerjaan perbaikan jalan yang menjadi bagian dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota.

Informasi penutupan tersebut disampaikan melalui akun resmi Transjakarta. Dalam pengumuman itu disebutkan, penghentian layanan di halte arah selatan dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Ket. Foto: Halte Transjakarta Kebon Sirih arah Blok M (arah selatan), Jakarta Pusat, ditutup sementara mulai Jumat (15/5/2026) malam hingga Senin (18/5/2026) pagi. — Sumber: Instagram/@infotije

"Halte Kebon Sirih arah selatan (Blok M) akan ditutup sementara pada 15 Mei pukul 22.00 hingga 18 Mei 2026 pukul 05.00 WIB terkait adanya perbaikan jalan terdampak pembangunan MRT Jakarta," demikian dikutip dari informasi resmi layanan Transjakarta, Jumat (15/5).

Selama masa penutupan, layanan Transjakarta di koridor tersebut tetap beroperasi dengan penyesuaian. Penumpang diimbau menggunakan Halte Kebon Sirih arah Kota sebagai alternatif untuk naik dan turun penumpang.

Pengalihan ini dilakukan agar mobilitas pengguna tetap terlayani tanpa menghentikan operasional secara keseluruhan. Meski demikian, pengguna diminta mengantisipasi perubahan waktu tempuh perjalanan akibat penyesuaian rute dan titik pemberhentian.

"Selama pekerjaan berlangsung, pelanggan tetap dapat menggunakan Halte Kebon Sirih arah Kota," lanjut keterangan tersebut.

Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama masa penutupan halte. Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih matang.

"Kami mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi Transjakarta," ujar Ayu.

Selain itu, Transjakarta juga mendorong pengguna layanan untuk memanfaatkan aplikasi resmi TJ:Transjakarta guna memperoleh informasi terkini terkait rute, jadwal, serta kondisi layanan di lapangan. Aplikasi tersebut dinilai dapat membantu pelanggan dalam mengatur perjalanan secara lebih efisien.

Penutupan halte ini merupakan bagian dari rangkaian pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A yang saat ini tengah dikebut penyelesaiannya. Proyek strategis nasional tersebut bertujuan memperluas jaringan transportasi massal berbasis rel di ibu kota, sekaligus mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarkawasan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan bahwa progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota telah mencapai sekitar 59,7 persen. Proyek ini mencakup pembangunan jalur bawah tanah yang menghubungkan pusat bisnis hingga kawasan bersejarah di Jakarta.

Tahap selanjutnya dari proyek ini direncanakan memasuki fase uji coba atau commissioning pada pertengahan tahun 2027. Setelah itu, operasional MRT hingga kawasan Harmoni ditargetkan dapat dimulai paling lambat pada akhir 2027.

Keberadaan MRT Fase 2A diharapkan mampu meningkatkan integrasi antarmoda transportasi di Jakarta, termasuk dengan layanan Transjakarta. Dengan sistem transportasi yang semakin terhubung, masyarakat diharapkan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Seiring dengan percepatan pembangunan tersebut, sejumlah penyesuaian lalu lintas dan layanan transportasi umum menjadi konsekuensi yang harus dihadapi masyarakat. Pemprov DKI Jakarta bersama operator transportasi terus berupaya memastikan dampak terhadap pengguna dapat diminimalkan melalui informasi yang transparan dan penyediaan alternatif layanan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.