Ini Beberapa Penyebab Rumah Terasa Sesak Meski Ruang Masih Cukup
Kamis, 14 Mei 2026, 21:25 WIBJAKARTA â Ikea Indonesia menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap memilih solusi penyimpanan secara instan tanpa perencanaan matang, sehingga rumah terasa lebih penuh dan berantakan dari seharusnya. Melalui pengamatan dalam program Home Visit Ikea, perusahaan menemukan bahwa masalah utama di banyak rumah bukan semata jumlah barang, melainkan sistem penyimpanan yang tidak konsisten.
Home Furnishing & Competence Development Leader Ikea Indonesia, Ruth Pricilla Pandjaitan, mengatakan banyak rumah sebenarnya memiliki ruang yang cukup, namun tetap terasa sesak karena barang tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas.
âBanyak orang cenderung menambah solusi setiap kali merasa terdesak, bukan berhenti sejenak untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan. Akhirnya, barang tidak pernah benar-benar punya tempat, hanya berpindah-pindah,â ujar Ruth dalam keterangan resmi pada hari Rabu (13/5).
Menurut Ikea, kebiasaan memilih solusi âasal muat duluâ justru membuat kebutuhan penyesuaian terus berulang. Karena itu, perusahaan mendorong masyarakat untuk mulai memilih perabot dan sistem penyimpanan yang dirancang sesuai fungsi sejak awal.
Sebagai bagian dari kampanye âGa Perlu Main Petak Umpet Lagi,â Ikea membagikan sejumlah langkah sederhana untuk membantu rumah terasa lebih lega dan tertata.
Langkah pertama adalah mengevaluasi isi barang sebelum membeli tambahan penyimpanan. Ikea menyarankan masyarakat memilah barang berdasarkan frekuensi penggunaan agar lebih mudah mengetahui mana yang benar-benar dipakai dan mana yang hanya memenuhi ruang.
Untuk membantu penataan, Ikea merekomendasikan penggunaan organiser seperti seri STUK dan SKUBB untuk pakaian, serta NOJIG, PLOGSVÃNG, dan KACKLA untuk aksesori maupun perlengkapan kecil.
Selain itu, Ikea juga menyarankan masyarakat membedakan barang yang ingin dipajang dan barang yang cukup disimpan. Rak terbuka seperti KALLAX dan BILLY dinilai cocok untuk barang yang sering diakses atau ingin ditampilkan, sementara kotak penyimpanan seperti DRÃNA dan KUGGIS dapat membantu menjaga tampilan ruang tetap rapi.
Interior Design Leader Ikea Indonesia, Alfinda Kristra Rahardyana, menilai ruang yang terlihat rapi belum tentu terasa lega apabila terlalu banyak elemen visual yang muncul bersamaan.
âDesain yang baik justru mengurangi kebutuhan untuk terus menyiasati ruang. Kalau dari awal sudah sesuai kebutuhan, kita tidak perlu terus menyesuaikan,â ujarnya.
Ikea juga menyoroti pentingnya memilih ukuran perabot yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan ruang. Menurut perusahaan, penggunaan ukuran yang âmendekati pasâ sering kali membuat barang sulit disusun rapi dan akhirnya menumpuk.
Selain itu, metode zoning atau pembagian area berdasarkan aktivitas juga dinilai efektif untuk mengurangi kebiasaan menaruh barang sembarangan. Contohnya adalah membuat area khusus barang bawaan dekat pintu atau sudut relaksasi di kamar tidur.
Di sisi lain, Ikea mengingatkan pentingnya menyisakan ruang kosong secara sengaja dan melakukan decluttering secara berkala. Barang yang sudah tidak digunakan dapat disimpan terpisah, dijual kembali, atau diberikan kepada orang lain agar rumah tidak semakin padat.
Melalui kampanye tersebut, Ikea ingin mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan saat menata rumah, bukan sekadar menambah tempat penyimpanan baru.
- desain interior
- Furnitur Rumah
- Dekorasi Rumah
- Ikea
- solusi penyimpanan
- Ikea Indonesia
- penataan rumah
- interior rumah
- tips rumah rapi
- penyimpanan rumah
- decluttering
- organiser rumah
- home living
- rumah minimalis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Terapkan Zero Waste Manufacturing, Pabrik Taco Mampu Pangkas Biaya Produksi Hingga 20 Persen
-
Kiat bagi Orang Tua untuk Mencegah Campak pada Bayi yang Belum Bisa Divaksin
-
KPK Ungkap Sosok Perantara Aliran Uang dari Yaqut ke Pansus Haji DPR, Inisialnya ZA
-
Comeback! Lussy Renata Rilis “Pesan Terakhir”, Lagu Emosional dari Sudut Pandang Berbeda
-
Satu Ruangan Kini Dipakai Banyak Fungsi, Desain Rumah Harus Berubah
-
DPC PDI Perjuangan Kota Yogya Berduka, JFR Adrian Subagyo Wafat di Usia 63 Tahun
-
Pendaki Rinjani Musim Sekarang Mesti Waspada. Korban Pendaki WNA Diselamatkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.