Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suara Masyarakat Adat Masih Minim dalam Pemberitaan RUU Masyarakat Adat

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suara Masyarakat Adat Masih Minim dalam Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Doc: Antara
Ket. Foto bersama usai SIEJ dan multipihak melakukan pertemuan membahas keterwakilan masyarakat adat di wilayah pemberitaan media massa sepanjang Januari - Juni 2026.

Makassar – The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menilai keterlibatan masyarakat adat sebagai narasumber utama dalam pemberitaan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat masih minim. Padahal, kelompok yang akan terdampak langsung oleh regulasi tersebut dinilai seharusnya menjadi suara utama dalam proses pemberitaan.

Peneliti SIEJ Fachri Hamzah mengatakan temuan itu berdasarkan hasil pemantauan pemberitaan RUU Masyarakat Adat selama periode Januari hingga Juni 2026 yang dipaparkan dalam Green Editor Forum. Forum tersebut mempertemukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), editor media, organisasi masyarakat sipil, anggota DPR RI, akademisi, dan perwakilan masyarakat adat.

"Hasil pemantauan SIEJ menunjukkan masyarakat adat masih belum menjadi subjek utama dalam pemberitaan," kata Fachri dalam keterangan pers di Makassar, Selasa (28/7).

Berdasarkan hasil pemantauan, suara masyarakat adat masih relatif jarang diangkat media dalam pemberitaan mengenai RUU Masyarakat Adat.

Dari 27 berita yang dianalisis dengan total 48 kutipan narasumber, hanya tujuh kutipan yang berasal dari masyarakat adat. Sebaliknya, anggota DPR RI dan organisasi masyarakat sipil masing-masing dikutip sebanyak 15 kali.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan RUU Masyarakat Adat di ruang publik masih lebih banyak didominasi oleh perspektif pembuat kebijakan dan organisasi pendamping dibandingkan masyarakat adat sebagai pihak yang akan menerima dampak langsung dari regulasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Masyarakat Adat Muhammad Nasir Djamil memastikan proses pembahasan RUU terus dilakukan dengan menyerap aspirasi masyarakat adat dari berbagai daerah.

Menurut Nasir, setelah mengunjungi sejumlah wilayah, Panja RUU Masyarakat Adat juga dijadwalkan mendengarkan masukan dari masyarakat adat di Papua.

Ia menegaskan masukan dari masyarakat adat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media menjadi bagian penting dalam penyempurnaan substansi RUU.

Nasir menilai regulasi tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian hukum atas pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, terutama di tengah masih tingginya konflik agraria dan tekanan terhadap wilayah adat.

Kunjungan Kerja

Sebelumnya, Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan mengatakan penyusunan RUU Masyarakat Adat dipercepat melalui penyerapan aspirasi di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat, guna memperkuat perlindungan hukum bagi masyarakat adat di Indonesia.

"Kami melakukan proses partisipasi publik bermakna (meaningful public participation) dalam konteks menerima masukan dan pengetahuan terkait rancangan undang-undang masyarakat adat yang sedang kami susun," kata Bob saat kunjungan kerja Baleg DPR RI di Pontianak.

Menurut Bob, Kalimantan Barat dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan karena memiliki keragaman suku dan komunitas adat yang dapat memberikan perspektif penting dalam penyusunan regulasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.