JIS Bakal Punya Museum dan Tur Stadion Sekelas San Siro Milan

Rabu, 13 Mei 2026, 20:45 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menginisiasi penjajakan kerja sama antara Jakarta International Stadium (JIS) dan San Siro Stadium saat melakukan kunjungan kerja ke Milan, Italia, Selasa (12/5). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi pengelolaan stadion modern hingga pengembangan wisata olahraga.

Dalam kunjungan itu, Rano bersama delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertemu dengan General Manager San Siro Stadium Fabrizio Caruso serta Business Development San Siro Stadium Michele Finucci. Kedua pihak membahas peluang transfer pengetahuan terkait pengelolaan stadion bertaraf internasional.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menginisiasi penjajakan kerja sama antara Jakarta International Stadium (JIS) dan San Siro Stadium saat melakukan kunjungan kerja ke Milan, Italia, Selasa (12/5). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi pengelolaan stadion modern hingga pengembangan wisata olahraga. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pembahasan meliputi manajemen penyelenggaraan event besar, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi membangun keterlibatan penggemar atau fan engagement. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemanfaatan stadion sepanjang tahun.

Rano mengatakan Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang telah menjadi ikon sepak bola dunia selama satu abad. Menurut dia, stadion modern harus memiliki fungsi lebih luas dari sekadar tempat pertandingan.

"San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75.000 penonton. Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana," ujar Rano.

Ia meminta PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti komunikasi dengan pihak San Siro. Kerja sama diharapkan mencakup tata kelola stadion, optimalisasi kegiatan nonpertandingan, hingga peningkatan pengalaman pengunjung.

Pertemuan tersebut juga dinilai relevan dengan rencana kedatangan klub Italia AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menurut Rano, agenda tersebut menjadi sinyal bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional. Karena itu, Jakarta harus siap menjadi tuan rumah event olahraga kelas dunia.

"Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia," katanya.

Dalam kesempatan itu, delegasi Pemprov DKI juga melakukan tur museum dan stadion untuk melihat langsung pengelolaan sejarah AC Milan dan Inter Milan di San Siro Stadium. Delegasi mempelajari pengelolaan museum, tur stadion, serta strategi menjaga hubungan emosional antara klub dan pendukung.

Michele Finucci mengatakan pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta. Menurut dia, stadion modern harus mampu menjadi ruang publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan hiburan.

"San Siro adalah stadion yang sangat bersejarah. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, tur stadion, museum, dan berbagai kegiatan yang melibatkan para penggemar. Kami senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan delegasi dari Jakarta," ujar Michele.

Rano menegaskan kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal memperluas jejaring internasional JIS. Pemprov DKI ingin menjadikan stadion tersebut sebagai pusat olahraga, hiburan, dan destinasi wisata berkelas dunia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.