Perum Bulog NTT Pastikan Stok Beras Aman hingga Tiga Bulan

Selasa, 12 Mei 2026, 12:40 WIB

KUPANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (Kanwil NTT) menyebutkan stok beras dalam kondisi aman yakni mencapai sekitar 15 ribu ton atau mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

"Saat ini, total stok beras di gudang Bulog NTT mencapai sekitar 15 ribu ton dan terus diupayakan meningkat hingga 25 ribu ton guna menjaga stabilitas pasokan," kata Kepala Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K Kanam di Kupang, NTT, Selasa (12/5).

Ket. Foto: Arsip - Aktivitas warga saat berbelanja di Pasar Murah HBKN 2026 yang digelar di halaman Masjid Raya Nurussa'adah di Kupang, Kamis (12/2/2026).  — Sumber: ANTARA

Ia menjelaskan Bulog memiliki standar minimum stok yakni mencukupi kebutuhan selama tiga bulan.

Adapun di NTT, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ton per bulan.

"Artinya minimal kita harus memiliki sekitar 15 ribu ton untuk tiga bulan. Saat ini, stok tersebut kami pastikan tersedia dan aman," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketersediaan stok beras sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, pasokan beras di NTT saat ini masih didominasi dari luar daerah, mengingat karakteristik wilayah yang belum menjadi daerah surplus produksi pangan.

Ia mengatakan Bulog NTT mendapatkan suplai beras dari sejumlah provinsi seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Meski demikian, Bulog NTT tetap mengoptimalkan pengadaan beras dari dalam daerah.

Beberapa wilayah seperti Lembor di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Kupang memiliki potensi produksi padi yang cukup baik.

"Walaupun NTT bukan daerah surplus, kami tetap fokus menyerap produksi lokal agar bisa mendukung petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," jelasnya.

Selain menjaga stok, Bulog juga menjalankan program stabilisasi harga pangan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

"Program ini menggantikan skema operasi pasar yang sebelumnya dilakukan secara insidental," ujarnya.

Kini, kegiatan stabilisasi dilakukan sepanjang tahun melalui gerakan pangan murah (GPM) yang menyasar langsung masyarakat.

Di Kota Kupang, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap akhir pekan di area car free day (CFD) Jalan El Tari maupun dalam kegiatan hari raya keagamaan.

"Bulog tidak lagi melakukan operasi pasar seperti dulu, tapi sekarang melalui GPM yang berjalan sepanjang tahun," katanya.

Dalam menjaga stabilitas harga, Bulog juga melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi beras SPHP di pasar. Harga beras SPHP ditetapkan maksimal Rp13.100 per kilogram.

"Jika ditemukan mitra yang menjual di atas harga tersebut, Bulog akan memberikan sanksi tegas mulai dari peringatan hingga penghentian pasokan dan pemutusan kerja sama," katanya.

Pengawasan juga dilakukan bersama Satgas Pangan yang melibatkan TNI-POLRI serta dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan.

"Kami tidak hanya distribusi, tapi juga monitoring di lapangan agar harga tetap sesuai ketentuan," tegasnya.

Arrahim menambahkan Bulog juga memiliki cadangan beras pemerintah yang siap digelontorkan sewaktu-waktu jika terjadi gejolak harga atau kondisi darurat seperti bencana.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok beras di NTT dalam kondisi aman," sebutnya.

  • Bulog NTT
  • stok beras bulog

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.