Touring Internasional Jadi Panggung Kalbar Kenalkan Destinasi Wisata

Minggu, 10 Mei 2026, 22:10 WIB

PONTIANAK – Promosi objek wisata dan budaya daerah di tingkat internasional menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing pariwisata sekaligus memperluas pengenalan identitas budaya Indonesia di pasar global.

Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor jasa di daerah.

Ket. Foto: Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut kedatangan rombongan VOID Indonesia dalam rangka kegiatan COV12 Borneo 3 Nation di Pendopo Gubernur. — Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

Di tengah persaingan destinasi global, keberhasilan promosi sangat bergantung pada kemampuan daerah mengemas potensi budaya dan wisata secara autentik, digital, dan berkelanjutan agar mampu menarik minat pasar internasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadikan kegiatan "touring" lintas negara COV12 Borneo 3 Nation yang diikuti komunitas motor besar VOID Indonesia untuk memperkuat konektivitas antarnegara sekaligus mempromosikan objek wisata dan budaya daerah itu di tingkat internasional.

"Sebanyak sekitar 100 peserta yang tergabung dalam chapter VOID Indonesia mengikuti rangkaian touring selama beberapa hari ke depan dengan rute melintasi wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan negara tetangga," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Pontianak, Minggu (10/5).

Ia menyambut kedatangan rombongan VOID Indonesia di Pendopo Gubernur Kalbar, Pontianak, sebelum para peserta memulai perjalanan touring lintas negara menuju Malaysia dan Brunei Darussalam, Minggu.

Ria Norsan menyampaikan ada legenda yang melekat dengan identitas Kalimantan Barat, yakni siapa pun yang datang dan meminum air Sungai Kapuas akan selalu memiliki kerinduan untuk kembali ke Bumi Khatulistiwa.

"Secara khusus saya mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan ini senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan dan kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

Menurut dia, kegiatan touring tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi otomotif, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwilayah dan antarnegara, terutama karena posisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Ia menilai kegiatan lintas batas tersebut dapat memperkuat hubungan harmonis antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam sekaligus memperkenalkan wisata, budaya dan ekonomi kreatif Kalbar kepada masyarakat internasional.

“Selain dukungan ekonomi, kita juga menitipkan pesan kebangsaan,” ujarnya.

Ria Norsan optimistis kegiatan berskala internasional seperti COV12 Borneo 3 Nation memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi sektor pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Menurut dia, aktivitas komunitas otomotif yang melibatkan perjalanan lintas daerah dan lintas negara berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, perputaran ekonomi lokal, serta promosi destinasi wisata Kalbar secara lebih luas.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta touring agar tetap menjaga etika atau sopan santun selama perjalanan sebagai representasi citra bangsa Indonesia di mata internasional.

“Jaga terus kebersamaan selama perjalanan karena kekompakan adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi. Apalagi kegiatan ini membawa misi memperkenalkan wisata dan budaya Indonesia di setiap jalur yang dilalui,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, para "rider" diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas komunitas otomotif, tetapi juga menjadi duta bangsa yang mempererat hubungan antarwilayah dan antarnegara melalui promosi budaya dan pariwisata Indonesia.

  • pemprov kalbar
  • Adventure Touring

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.