- Home
-
- Luar Negeri
-
- Selat Hormuz Kembali Berge...
Selat Hormuz Kembali Bergejolak, Iran dan Amerika Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata
Minggu, 10 Mei 2026, 06:30 WIBTeheran â Iran mempertanyakan keseriusan diplomasi United States pada Sabtu (9/5), setelah kembali terjadi bentrokan laut di kawasan Teluk, sementara Washington masih menunggu respons Teheran terkait proposal terbaru perundingan damai.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada 8 Mei bahwa dirinya menunggu jawaban Iran atas proposal terbaru Washington mengenai perpanjangan gencatan senjata yang rapuh sekaligus pembukaan pembicaraan damai.
Namun hingga kini belum ada tanda publik bahwa Iran telah menyampaikan respons melalui mediator Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mempertanyakan kredibilitas kepemimpinan AS saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki.
âPeningkatan ketegangan terbaru oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai pelanggaran gencatan senjata semakin menambah keraguan terhadap motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,â kata Araghchi menurut laporan kantor berita ISNA.
Dalam insiden terbaru pada 9 Mei, jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh melanggar blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Seorang pejabat militer Iran mengatakan angkatan laut negaranya telah âmerespons pelanggaran gencatan senjata dan terorisme Amerika dengan seranganâ, namun bentrokan disebut telah berakhir.
Insiden ini terjadi setelah ketegangan lain pada 7â8 Mei di Selat Hormuz, jalur laut strategis dunia yang ingin dikuasai Iran untuk mengenakan biaya terhadap kapal asing sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap AS dan sekutunya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kembali menegaskan bahwa penguasaan Iran atas jalur minyak utama tersebut âtidak dapat diterimaâ.
Washington melalui mediator Pakistan telah mengirim proposal perpanjangan gencatan senjata di Teluk guna membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang dimulai 10 pekan lalu setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqhaei mengatakan proposal itu masih âdalam peninjauanâ.
Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu Wakil Presiden AS J.D. Vance di Washington pada 8 Mei untuk membahas upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan.
Di sisi lain, citra satelit menunjukkan adanya tumpahan minyak yang menyebar di sekitar Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. Penyebab tumpahan belum diketahui, namun lembaga pemantau Orbital EOS memperkirakan area terdampak mencapai lebih dari 52 kilometer persegi.
Pulau Kharg merupakan pusat industri ekspor minyak Iran dan berada di kawasan Teluk dekat Selat Hormuz. Setelah perang dimulai pada 28 Februari, Iran sempat menutup sebagian besar jalur tersebut sehingga memicu gejolak pasar global dan kenaikan harga minyak.
AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai respons. Pada 3 Mei, Trump mengumumkan operasi angkatan laut AS untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial, namun membatalkannya dua hari kemudian demi kembali ke jalur negosiasi.
Sumber Saudi kepada AFP menyebut Saudi Arabia menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer dan wilayah udaranya untuk operasi AS di Hormuz karena dinilai hanya akan memperburuk situasi.
Sementara itu, gencatan senjata paralel di Lebanon juga mulai tertekan. Media pemerintah Lebanon melaporkan tiga serangan di selatan Beirut pada 9 Mei meski gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran baru berjalan tiga pekan.
Seorang koresponden AFP melihat dua mobil rusak dan petugas darurat di jalan raya yang menghubungkan Beirut dengan wilayah selatan Lebanon.
Serangan tersebut terjadi ketika Lebanon dan Israel dijadwalkan menggelar negosiasi langsung di Washington pekan depan, langkah yang ditentang keras oleh Hizbullah.
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang untuk Pertama Kalinya Setelah Sebulan Jeda
-
DPRD DKI Jakarta Terima 21 Ribu Usulan Selama Masa Reses, Kelurahan Diminta Perkuat Siskamling
-
Tutup Muktamar NU, Prabowo Ungkap Kalau Indonesia Tolak Pinjaman IMF karena Masih Mampu
-
El Nino Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
-
Trump Ancam Kembali Serang Iran Setelah Kedua Musuh Bebuyutan itu Baku Tembak
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Lubricants Gelar GASPOL! Ganti Oli Spesial Ojek Online
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.