Selat Hormuz Kembali Bergejolak, Iran dan Amerika Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata

Minggu, 10 Mei 2026, 06:30 WIB

Teheran – Iran mempertanyakan keseriusan diplomasi United States pada Sabtu (9/5), setelah kembali terjadi bentrokan laut di kawasan Teluk, sementara Washington masih menunggu respons Teheran terkait proposal terbaru perundingan damai.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada 8 Mei bahwa dirinya menunggu jawaban Iran atas proposal terbaru Washington mengenai perpanjangan gencatan senjata yang rapuh sekaligus pembukaan pembicaraan damai.

Ket. Foto: Kapal perang USS New Orleans (LPD-18) menjalankan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada 28 April. — Sumber: AFP

Namun hingga kini belum ada tanda publik bahwa Iran telah menyampaikan respons melalui mediator Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mempertanyakan kredibilitas kepemimpinan AS saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki.

“Peningkatan ketegangan terbaru oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai pelanggaran gencatan senjata semakin menambah keraguan terhadap motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” kata Araghchi menurut laporan kantor berita ISNA.

Dalam insiden terbaru pada 9 Mei, jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh melanggar blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Seorang pejabat militer Iran mengatakan angkatan laut negaranya telah “merespons pelanggaran gencatan senjata dan terorisme Amerika dengan serangan”, namun bentrokan disebut telah berakhir.

Insiden ini terjadi setelah ketegangan lain pada 7–8 Mei di Selat Hormuz, jalur laut strategis dunia yang ingin dikuasai Iran untuk mengenakan biaya terhadap kapal asing sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap AS dan sekutunya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kembali menegaskan bahwa penguasaan Iran atas jalur minyak utama tersebut “tidak dapat diterima”.

Washington melalui mediator Pakistan telah mengirim proposal perpanjangan gencatan senjata di Teluk guna membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang dimulai 10 pekan lalu setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqhaei mengatakan proposal itu masih “dalam peninjauan”.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu Wakil Presiden AS J.D. Vance di Washington pada 8 Mei untuk membahas upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan.

Di sisi lain, citra satelit menunjukkan adanya tumpahan minyak yang menyebar di sekitar Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. Penyebab tumpahan belum diketahui, namun lembaga pemantau Orbital EOS memperkirakan area terdampak mencapai lebih dari 52 kilometer persegi.

Pulau Kharg merupakan pusat industri ekspor minyak Iran dan berada di kawasan Teluk dekat Selat Hormuz. Setelah perang dimulai pada 28 Februari, Iran sempat menutup sebagian besar jalur tersebut sehingga memicu gejolak pasar global dan kenaikan harga minyak.

AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai respons. Pada 3 Mei, Trump mengumumkan operasi angkatan laut AS untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial, namun membatalkannya dua hari kemudian demi kembali ke jalur negosiasi.

Sumber Saudi kepada AFP menyebut Saudi Arabia menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer dan wilayah udaranya untuk operasi AS di Hormuz karena dinilai hanya akan memperburuk situasi.

Sementara itu, gencatan senjata paralel di Lebanon juga mulai tertekan. Media pemerintah Lebanon melaporkan tiga serangan di selatan Beirut pada 9 Mei meski gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran baru berjalan tiga pekan.

Seorang koresponden AFP melihat dua mobil rusak dan petugas darurat di jalan raya yang menghubungkan Beirut dengan wilayah selatan Lebanon.

Serangan tersebut terjadi ketika Lebanon dan Israel dijadwalkan menggelar negosiasi langsung di Washington pekan depan, langkah yang ditentang keras oleh Hizbullah.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.