Putin Yakin Konflik Russia-Ukraina akan Segera Berakhir

Minggu, 10 Mei 2026, 09:49 WIB

Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan ia yakin konflik dengan Ukraina akan segera berakhir, saat berbicara kepada wartawan usai parade militer peringatan kemenangan Soviet dalam Perang Dunia II.

"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," katanya, merujuk pada "operasi militer khusus" di Ukraina, sambil mengecam dukungan Barat untuk pemerintah Kyiv.

Ket. Foto: Presiden Russia Vladimir Putin — Sumber: RT/Sputnik

BBC melaporkan, parade tahunan Russia kali ini tidak menampilkan tank dan rudal seperti biasanya, dengan alasan keamanan, karena pihak berwenang khawatir Ukraina akan menargetkan Lapangan Merah dengan drone.

Gencatan senjata menit-menit terakhir antara Moskow dan Kyiv, yang dimediasi Presiden AS Donald Trump, mengurangi bahaya serangan apa pun dan parade berlangsung tanpa insiden.

Komentar Putin muncul beberapa jam setelah ia menggunakan pidato Hari Kemenangannya untuk membenarkan perang tersebut.

Dalam pidatonya, ia mengatakan Russia sedang berperang dalam perang yang "adil" dan menyebut Ukraina sebagai "kekuatan agresif" yang "dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO".

Kemudian, ketika ditanya dalam konferensi pers tentang bantuan Barat kepada Ukraina, Putin berkata: "Mereka (Barat) menjanjikan bantuan dan kemudian mulai memicu konfrontasi dengan Russia yang berlanjut hingga hari ini. Saya pikir masalah ini akan segera berakhir, tetapi ini adalah masalah serius."

Pasukan Russia merebut Krimea dan sebagian wilayah Ukraina timur pada tahun 2014, kemudian melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Putin mengatakan dia hanya akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah kesepakatan perdamaian yang langgeng disepakati.

"Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan, tetapi hanya setelah kesepakatan akhir tercapai mengenai perjanjian perdamaian untuk perspektif sejarah jangka panjang, untuk ikut serta dalam acara ini dan menandatangani (perjanjian), tetapi itu harus menjadi langkah terakhir," lanjutnya.

Putin mengatakan ia telah mendengar Zelensky siap mengadakan pertemuan pribadi. Tapi "ini bukan pertama kalinya kami mendengar pernyataan seperti itu," katanya.

Putin mengatakan bersedia untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru untuk Eropa, dan bahwa mitra negosiasi pilihannya adalah mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schröder.

Mantan kanselir itu adalah teman lama Putin, dan kontroversial karena pekerjaannya untuk perusahaan energi milik negara Russia.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin AS pada akhir pekan lalu, Kyiv dan Moskow sepakat untuk pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing negara. Namun Putin mengatakan pada hari Sabtu bahwa Russia belum menerima kabar dari Ukraina mengenai pertukaran tersebut.

Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, tidak ada peralatan militer dalam parade di Lapangan Merah, yang biasanya dipamerkan Kremlin untuk memproyeksikan kekuatan militer Russia di panggung internasional.

Jumlah jurnalis yang hadir di acara tersebut juga jauh lebih sedikit, dan banyak organisasi media internasional tidak diberikan akses.

  • Russia

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.