• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • AI PC Kian Diadopsi Perusa...

AI PC Kian Diadopsi Perusahaan, Siap Sambut Era Agentic AI

Sabtu, 09 Mei 2026, 23:25 WIB

JAKARTA — Adopsi komputer berbasis kecerdasan buatan atau AI PC di kalangan perusahaan global terus mengalami percepatan seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem kerja yang lebih cerdas, responsif, dan mampu memproses data secara real-time.

Temuan tersebut terungkap dalam white paper terbaru International Data Corporation (IDC) yang disponsori AMD, yang menunjukkan bahwa lebih dari delapan dari 10 organisasi saat ini telah menerapkan, menguji coba, atau merencanakan adopsi AI PC dalam waktu dekat.

Ket. Foto: Ilustrasi Agentic AI. Laporan IDC yang disponsori AMD mengungkap 81 persen organisasi global mulai mengadopsi AI PC sebagai langkah strategis menghadapi era agentic AI, meningkatkan produktivitas, keamanan data, dan efisiensi operasional bisnis. — Sumber: IDC

Laporan tersebut menandai perubahan besar dalam strategi transformasi digital perusahaan. Jika sebelumnya implementasi AI masih berada pada tahap eksperimen, kini banyak organisasi mulai memasuki fase penerapan skala besar untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari.

Survei global yang melibatkan lebih dari 500 pengambil keputusan di bidang teknologi informasi dan bisnis di Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Inggris, dan Jerman menunjukkan bahwa 81 persen organisasi telah terlibat dalam perencanaan, uji coba, atau implementasi AI PC. Sementara itu, 61 persen perusahaan telah mulai mengintegrasikan AI secara langsung ke dalam alur kerja mereka.

“Perkembangan ini juga didorong oleh kemunculan agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu merencanakan, menjalankan, dan menyesuaikan tugas secara mandiri dalam waktu nyata. IDC mencatat sekitar 70 persen organisasi memperkirakan teknologi ini akan memengaruhi alur kerja karyawan dalam dua tahun ke depan,” tulisa IDC melalui keterangannya pada hari Jumat (8/5).

Temuan lain menunjukkan bahwa 59 persen responden menilai keberadaan neural processing unit (NPU) berperforma tinggi menjadi elemen krusial untuk mendukung pengalaman AI generasi berikutnya. Selain itu, 70 persen organisasi melaporkan peningkatan performa dan penurunan latensi setelah mengadopsi AI PC.

Dari sisi produktivitas, sebanyak 66 persen perusahaan menyebut penggunaan AI PC mampu meningkatkan efisiensi kerja karyawan. Sementara itu, 58 persen responden menilai pemrosesan AI langsung di perangkat memberikan keuntungan signifikan dari sisi keamanan data.

IDC menilai AI PC kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat produktivitas konvensional, melainkan telah berevolusi menjadi antarmuka utama dalam berinteraksi dengan sistem AI sekaligus lapisan eksekusi lokal yang memungkinkan pemrosesan tugas secara aman dan real-time.

Perubahan ini mencerminkan transformasi arsitektur komputasi perusahaan, di mana pemrosesan data dan AI semakin dipindahkan lebih dekat ke titik kerja pengguna untuk menciptakan pengalaman yang lebih responsif dan kontekstual.

AMD melihat tren ini sebagai pendorong lahirnya kebutuhan terhadap perangkat komputasi baru yang dirancang khusus untuk mendukung beban kerja AI secara real-time di endpoint.

Seiring meningkatnya adopsi, perusahaan juga menghadapi tantangan terkait keamanan, pengelolaan perangkat, serta integrasi dengan ekosistem teknologi yang sudah ada. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, AMD menghadirkan platform AMD PRO yang dilengkapi akselerasi AI di perangkat, keamanan tingkat enterprise, serta fitur manajemen terintegrasi.

Prosesor AMD Ryzen AI PRO disebut memungkinkan perusahaan mendistribusikan kapabilitas AI ke berbagai endpoint tanpa mengganggu konsistensi proses teknologi informasi yang telah berjalan.

IDC menyimpulkan bahwa transisi menuju agentic AI menjadi titik penting dalam evolusi komputasi perusahaan. Organisasi yang mulai berinvestasi pada sistem siap-AI saat ini dinilai akan memiliki posisi lebih kuat dalam menyambut fase berikutnya dari inovasi kecerdasan buatan.

Laporan lengkap bertajuk The AI PC: Ready for Today’s On-Device Workloads and Tomorrow’s Agent-Centered Requirements diterbitkan IDC pada April 2026 sebagai bagian dari kajian mengenai kesiapan perusahaan menghadapi transformasi AI generasi baru.

  • keamanan data
  • agentic AI
  • AMD
  • adopsi AI
  • IDC
  • transformasi digital
  • Kecerdasan Buatan
  • teknologi enterprise
  • Infrastruktur AI
  • AI PC
  • AMD Ryzen AI PRO
  • komputasi bisnis

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.