IHSG Babak Belur, Nyaris Terkoreksi 20 Persen Sepanjang 2026, Gejolak Global Seret Pasar Saham Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026, 21:05 WIBJAKARTA â Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh 20 persen sepanjang 2026 mencerminkan tingginya tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.
Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu gelombang risk off global yang mendorong investor menarik dana dari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kondisi ini diperparah oleh penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia yang menekan sentimen pasar saham.
Pelemahan tajam IHSG juga menunjukkan bahwa struktur pasar domestik masih sangat sensitif terhadap dinamika global, terutama karena dominasi investor asing di sejumlah sektor unggulan.
Ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, aksi jual besar-besaran sulit dihindari dan memicu tekanan berantai pada nilai tukar, likuiditas, hingga kepercayaan pelaku pasar.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pasar modal tidak hanya ditentukan fundamental emiten, tetapi juga kemampuan ekonomi nasional menghadapi guncangan global yang semakin kompleks.
Sepanjang 2026, IHSG hingga penutupan perdagangan pada 8 Mei terkoreksi 1.677,54 poin atau sekitar 19,40 persen dari akhir tahun 2025.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Jumat (8/5), ditutup melemah 204,9 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40.
Sebagai perbandingan, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Desember 2025 atau bertepatan dengan hari terakhir perdagangan Bursa Tahun 2025, ditutup menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa global di tengah sentimen eksternal dan tekanan pada saham-saham berbasis tambang.
âIni sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi, di mana hal ini disebabkan oleh perundingan AS dan Iran yang belum menemukan jalan tengahnya, dan kalau dilihat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga kembali melemah,â ujarnya di Jakarta.
Herditya menerangkan, secara teknikal IHSG memang masih memiliki potensi melanjutkan pelemahan.
Selain faktor global, tekanan terbesar juga datang dari emiten berbasis metal mining setelah munculnya usulan kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) oleh pemerintah guna meningkatkan penerimaan negara.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan skema royalti progresif baru untuk sejumlah komoditas mineral utama.
âSkema ini mencakup kenaikan batas atas royalti serta penyesuaian rentang harga guna mengoptimalkan penerimaan negara saat harga komoditas naik,â kata Herditya.
Dalam usulan tersebut, royalti konsentrat tembaga direvisi dari sebelumnya flat 7-10 persen menjadi 9-13 persen, sedangkan royalti katoda tembaga naik dari 4-7 persen menjadi 7-10 persen.
Royalti emas juga diusulkan meningkat dari 7-16 persen menjadi 14-20 persen, disertai tambahan rentang harga baru hingga di atas 5.000 dolar AS per ons.
Sementara itu, royalti perak berubah dari flat 5 persen menjadi progresif 5-8 persen, sedangkan royalti timah naik dari 3-10 persen menjadi progresif 5-20 persen.
Untuk bijih nikel, tarif royalti tetap berada di kisaran 14-19 persen, namun interval harga disesuaikan lebih rendah sehingga kenaikan tarif berpotensi terjadi lebih cepat.
Sentimen tersebut tercermin dari anjloknya sektor bahan baku komoditas atau IDXBASIC sebesar 7,80 persen, diikuti sektor energi atau IDXENERGY yang turun 4,59 persen, serta sektor transportasi atau IDXTRANS yang melemah 5,72 persen.
Adapun sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 138 saham menguat, 607 saham melemah, dan 214 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.405 triliun.
Aktivitas perdagangan tercatat 54,39 miliar saham berpindah tangan melalui 2,8 juta transaksi, sementara nilai transaksi tercatat mencapai Rp36,07 triliun.
- ihsg melemah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Kemendag Pastikan Harga Pangan Aman Jelang Nataru: Tak Ada Lonjakan!
-
Lari dari Bali ke Jakarta, Sungai Watch Serbu Banyuwangi, Angkut 1.000 Ton Sampah Plastik
-
AS "Tabuh Genderang Perang" Tarif, IHSG Langsung Terjun Bebas 86 Poin
-
Messi Terjatuh saat Suporter Serbu Lapangan di Puerto Rico
-
Indodana dan Sharp Tawarkan Solusi Belanja Elektronik Tanpa DP dan Bunga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.