- Home
-
- Luar Negeri
-
- ASEAN Rapat Darurat: Peran...
ASEAN Rapat Darurat: Perang Iran Picu Harga Energi Meroket, Ekonomi Asia Tenggara Terancam
Jumat, 08 Mei 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara berkumpul di Philippines untuk membahas respons bersama terhadap dampak perang di Iran yang mulai mengguncang stabilitas ekonomi kawasan. Konflik yang melibatkan United States dan Israel terhadap Iran disebut telah memicu lonjakan harga energi yang dirasakan langsung oleh negara-negara ASEAN.
Pertemuan tingkat tinggi Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN berlangsung di Filipina pada Jumat. Forum tersebut difokuskan untuk mencari langkah konkret menghadapi gangguan pasokan energi dan ancaman ekonomi yang semakin meluas di kawasan Asia Tenggara.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan dampak perang telah dirasakan masyarakat melalui meningkatnya biaya hidup. Ia menilai situasi tersebut juga mengancam mata pencaharian warga Asia Tenggara, termasuk pekerja migran yang berada di kawasan Timur Tengah.
"Melalui biaya hidup yang lebih tinggi dan ancaman terhadap mata pencaharian baik di tanah air kita maupun di antara warga negara kita di Timur Tengah," ujar Marcos saat membuka pertemuan ASEAN.
Marcos menegaskan negara-negara ASEAN harus segera memperkuat koordinasi regional. Menurut dia, langkah kolektif diperlukan agar pasokan energi tetap stabil di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat.
Ia juga mendorong negara anggota mempercepat integrasi sektor energi kawasan. Salah satu usulan yang dibahas yakni penguatan konektivitas jaringan listrik regional agar ketergantungan terhadap jalur energi global dapat dikurangi.
Asia Tenggara disebut menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat konflik tersebut. Situasi semakin memburuk setelah efektifnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menghambat distribusi minyak dan gas dunia.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting perdagangan energi global. Gangguan di wilayah tersebut menyebabkan pasokan minyak dan gas menuju Asia mengalami tekanan signifikan.
Berdasarkan draf pernyataan bersama yang dilihat sejumlah media internasional, ASEAN berencana menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Blok regional itu juga akan meminta peningkatan komunikasi diplomatik untuk meredakan konflik.
Selain isu energi, ASEAN juga akan membahas ketahanan pangan kawasan. Negara anggota dinilai perlu bekerja sama lebih erat untuk mengantisipasi dampak berantai dari lonjakan harga komoditas global.
Pemerintah Filipina sebelumnya telah mendorong negara anggota menandatangani perjanjian berbagi energi sukarela. Skema tersebut diharapkan bisa membantu negara yang mengalami gangguan pasokan energi secara mendadak.
Filipina bahkan telah menetapkan keadaan darurat nasional sejak Maret akibat krisis energi. Sejumlah negara lain seperti Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia juga mulai menerapkan kebijakan penghematan energi.
Langkah tersebut meliputi pembatasan harga energi hingga kebijakan bekerja dari rumah untuk menekan konsumsi bahan bakar. Pemerintah di kawasan berupaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan global.
Sejumlah perusahaan petrokimia di Indonesia, Thailand, dan Singapore juga dilaporkan menyatakan force majeure. Kebijakan itu diambil untuk membebaskan perusahaan dari kewajiban kontrak akibat situasi di luar kendali mereka.
Pakar ASEAN dari National University of Singapore, Tan Hsien-Li, menilai blok tersebut kemungkinan akan memperkuat kerja sama ekonomi internal. ASEAN juga diperkirakan membuka peluang kolaborasi dengan mitra regional lain di Amerika Latin maupun Asia-Pasifik.
Pertemuan ini menjadi ujian besar bagi ASEAN dalam menghadapi dampak konflik global. Keputusan yang diambil para pemimpin kawasan dinilai akan sangat menentukan stabilitas energi dan ekonomi Asia Tenggara ke depan.
- filipina
- Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
- Krisis Energi Global
- Harga Energi
- Konflik Iran
- ASEAN
- Perang Iran-Israel
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jepang Janjikan Dana 10 Miliar Dollar AS Bantu Negara ASEAN Atasi Krisis Minyak
-
Korban Tewas Gempa Filipina Meningkat Jadi 46 Orang
-
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi.
-
Michael Carrick Tetap Puji Permainan MU meski Kalah dari Leeds
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Asean Sepakat Dorong Anggaran Ketahanan Iklim di Kawasan
-
Nepal Umumkan Libur Dua Hari untuk Mengatasi Krisis Energi Akibat Perang di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.