Tingkat Pemesanan Hotel di AS Jauh di Bawah Ekspektasi Jelang Piala Dunia 2026

Kamis, 07 Mei 2026, 06:20 WIB

WASHINGTON — Industri perhotelan Amerika Serikat menghadapi sinyal kurang menggembirakan menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Dengan waktu kurang dari satu bulan sebelum kick-off, tingkat pemesanan hotel di kota-kota tuan rumah dilaporkan masih jauh di bawah proyeksi awal.

Laporan ini dirilis oleh American Hotel and Lodging Association (AHLA) setelah melakukan survei terhadap anggotanya di 11 wilayah metropolitan penyelenggara pertandingan, mulai dari New York hingga Los Angeles. Hasilnya, sekitar 80 persen responden menyatakan pemesanan kamar belum mencapai target yang diharapkan.

Ket. Foto: Replika trofi Piala Dunia di salah satu hotel di Amerika Serikat. — Sumber: AFP

Selain itu, sekitar 65 persen pelaku industri menilai hambatan visa dan situasi geopolitik global menjadi faktor utama yang menekan permintaan. Presiden AHLA, Rosanna Maietta, menyebut optimisme awal mulai meredup meski peluang masih terbuka.

“Ada berbagai faktor yang meredam optimisme awal, namun indikator ke depan menunjukkan masih ada peluang signifikan,” ujar Maietta. “Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah AS dan FIFA harus memastikan pengalaman perjalanan yang ramah dan lancar bagi wisatawan internasional.”

Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, dengan laga pembuka berlangsung 11 Juni di Mexico City dan final digelar 19 Juli di New Jersey. Presiden Donald Trump kerap menyoroti status tuan rumah ini, namun kebijakan pengetatan visa yang diberlakukan pemerintahannya dinilai turut memengaruhi minat kedatangan wisatawan.

Meski pemerintah AS telah menjamin kemudahan bagi pemegang tiket, proses verifikasi tetap dilakukan secara ketat. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan calon penonton, ditambah isu harga tiket mahal serta lonjakan biaya transportasi selama turnamen.

Survei AHLA yang dirilis dalam laporan “FIFA World Cup 2026 Hotel Outlook” juga mengungkap kondisi yang cukup suram di sejumlah kota. Di Kansas City, tingkat pemesanan bahkan lebih rendah dibanding periode normal Juni–Juli. Sementara di Boston, Philadelphia, San Francisco, dan Seattle, sejumlah pelaku industri menggambarkan turnamen ini nyaris seperti “tidak berdampak”.

Pelaku usaha hotel juga menyoroti praktik pemesanan massal oleh FIFA yang kemudian banyak dibatalkan. Hal ini disebut menciptakan “sinyal permintaan semu” pada tahap awal.

“Di tengah permintaan yang terfragmentasi dan ketidakpastian berkelanjutan, banyak hotel mulai menyesuaikan strategi, bahkan menunda investasi terkait Piala Dunia seperti aktivasi merek atau renovasi sementara,” demikian isi laporan tersebut.

Menanggapi hal ini, FIFA menyatakan bahwa pelepasan kamar hotel dilakukan sesuai jadwal kontraktual dan merupakan praktik umum dalam penyelenggaraan ajang olahraga besar. FIFA juga menegaskan bahwa komunikasi dengan pemangku kepentingan industri tetap berjalan intensif.

Menurut FIFA, minat global terhadap turnamen ini tetap sangat tinggi, dengan lebih dari lima juta tiket telah terjual. Namun di lapangan, data terbaru menunjukkan bahwa euforia tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam sektor perhotelan, setidaknya untuk saat ini.

  • hotel
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.