Liga Champions: Langkah Bayern Terhenti, PSG Tampil Lebih Efektif di Momen Krusial
Kamis, 07 Mei 2026, 09:33 WIBMUNICH, JERMAN - Kiper sekaligus kapten Bayern Munich, Manuel Neuer, menyoroti hilangnya naluri âpembunuhâ timnya. Langkah Bayern terhenti di semifinal Liga Champions usai disingkirkan juara bertahan Paris Saint-Germain, Kamis (7/5) dini hari WIB.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Munich, Bayern hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 pada leg kedua. Hasil itu membuat PSG melangkah ke final dengan keunggulan agregat 6-5 dan akan menghadapi Arsenal dalam perebutan trofi.
Sepanjang musim ini Bayern dikenal sebagai salah satu tim paling tajam di Eropa dengan torehan 175 gol di semua ajang. Namun, ketajaman tersebut justru menghilang di laga penentuan. Bayern baru mampu mencetak gol pada masa injury time lewat penyerang andalan mereka, Harry Kane.
Neuer menilai timnya gagal menunjukkan ketenangan dan insting membunuh yang justru diperlihatkan PSG sepanjang dua leg semifinal.
âKami memang tidak memiliki terlalu banyak peluang besar hari ini, tetapi kami tetap menciptakan cukup kesempatan untuk mencetak gol. Kami kehilangan mentalitas pembunuh yang dimiliki PSG untuk menyelesaikan peluang,â ujar Neuer kepada DAZN.
âKami sebenarnya sudah sangat dekat dengan final, tetapi gagal mengambil langkah terakhir. Gol kami datang terlalu terlambat.â
Gol Kane yang lahir pada menit keempat tambahan waktu sempat membangkitkan harapan suporter tuan rumah. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Bayern untuk mengejar satu gol tambahan demi memaksakan perpanjangan waktu.
âGol kami sayangnya datang sedikit terlambat. Kami tidak punya waktu lagi untuk menciptakan peluang tambahan atau mungkin mendapatkan situasi bola mati,â kata Neuer.
âPada akhirnya semuanya sudah terlambat.â
Kegagalan di Eropa terasa semakin pahit karena Bayern sebenarnya tampil dominan di kompetisi domestik. Mereka telah memastikan gelar Bundesliga dan juga berhasil melaju ke final Piala Jerman. Meski demikian, Neuer mengakui kekecewaan tetap menyelimuti ruang ganti tim.
âUntuk saat ini, rasa kecewa yang paling terasa,â ucap penjaga gawang veteran itu.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, memiliki pandangan serupa. Ia mengakui timnya kurang klinis dalam momen-momen penting, tetapi menegaskan kekalahan tersebut harus dijadikan bahan bakar untuk bangkit musim depan.
âSaya bukan orang yang larut terlalu lama dalam kekecewaan. Pada akhirnya kami kalah dalam dua pertandingan yang sangat ketat melawan lawan yang sangat kuat. Ini terasa pahit,â ujar Kompany kepada televisi Jerman.
âKami seharusnya bisa lebih menentukan dalam penyelesaian akhir. Selamat untuk PSG. Perjalanan Liga Champions kami musim ini memang selesai, tetapi akan ada kesempatan lain dan itu menjadi motivasi bagi saya.â
Kompany juga menilai duel Bayern kontra PSG berlangsung sangat seimbang. Dari lima pertemuan terakhir kedua tim, Bayern meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
âKami sudah mencoba segalanya, dan itu juga harus diakui,â katanya.
Kekalahan ini memperpanjang penantian Bayern untuk kembali tampil di final Liga Champions sejak terakhir kali menjadi juara pada 2020 setelah mengalahkan PSG 1-0. Menariknya, sejak 2013 Bayern juga belum pernah lagi lolos dari semifinal yang dimainkan dengan format kandang dan tandang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Paris Saint-Germain Raih Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Diburu Madrid dan Bayern, Josko Gvardiol Dipagari Kontrak Baru oleh Manchester City
-
Neuer Cedera Lagi, Bayern Cemas Jelang Final Piala Jerman
-
Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.