Infantino Tegaskan Harga Tiket Piala Dunia 2026 Ikuti Mekanisme Pasar

Kamis, 07 Mei 2026, 06:10 WIB

BEVERLY HILLS, AMERIKA SERIKAT — Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya angkat suara terkait kontroversi mahalnya tiket Piala Dunia 2026. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa lonjakan harga merupakan konsekuensi logis dari tingginya permintaan serta dinamika pasar hiburan di Amerika Serikat.

Sorotan tajam muncul setelah platform resmi penjualan ulang FIFA menampilkan harga fantastis untuk partai final di New York, 19 Juli. Tiket bahkan sempat ditawarkan lebih dari 2 juta dolar AS per lembar, setara sekitar 32 miliar rupiah.

Ket. Foto: Gianni Infantino. — Sumber: AFP

Infantino menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah harga resmi. “Jika seseorang memasang tiket di pasar sekunder seharga 2 juta dolar, itu tidak berarti harga aslinya sebesar itu, dan belum tentu ada yang akan membelinya,” ujarnya dalam forum Milken Institute Global Conference.

Sebagai perbandingan, harga resmi tiket final Piala Dunia 2026 mencapai sekitar 11.000 dolar AS atau sekitar 176 juta rupiah. Angka ini melonjak drastis dibanding edisi Qatar 2022, di mana tiket final termahal dijual sekitar 1.600 dolar AS (sekitar 25,6 juta rupiah).

Kebijakan ini menuai kritik keras dari kelompok suporter Football Supporters Europe, yang menyebut struktur harga tiket sebagai “pemerasan” dan “pengkhianatan besar”. Bahkan, organisasi tersebut telah menggugat FIFA ke Komisi Eropa atas dugaan harga yang dianggap berlebihan.

Namun Infantino tetap pada pendiriannya. Ia menilai FIFA harus menyesuaikan harga dengan kondisi pasar di Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai salah satu pusat industri hiburan terbesar di dunia.

“Kami berada di pasar di mana hiburan berkembang sangat pesat. Kami harus menetapkan harga sesuai dengan nilai pasar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti regulasi di AS yang memungkinkan penjualan ulang tiket secara bebas. Menurutnya, jika harga awal terlalu rendah, tiket tetap akan berpindah tangan dengan harga jauh lebih tinggi di pasar sekunder.

“Faktanya, meskipun harga resmi sudah dianggap tinggi, di pasar penjualan ulang bisa meningkat dua kali lipat atau lebih,” tambahnya.

Dari sisi permintaan, angka yang dirilis FIFA memperlihatkan lonjakan luar biasa. Lebih dari 500 juta permintaan tiket telah diajukan untuk edisi 2026, melonjak tajam dibanding gabungan kurang dari 50 juta permintaan pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Meski demikian, Infantino menekankan bahwa tidak semua tiket dibanderol mahal. Sekitar 25 persen tiket fase grup dijual di bawah 300 dolar AS atau sekitar 4,8 juta rupiah.

“Di Amerika Serikat, Anda bahkan tidak bisa menonton pertandingan olahraga kampus dengan harga di bawah itu, apalagi event sebesar Piala Dunia,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.