Freshworks PHK 500 Karyawan, AI Jadi Pemicu Perubahan Industri Software

Rabu, 06 Mei 2026, 06:17 WIB

California – Freshworks mengumumkan pada Selasa (5/5), bahwa mereka akan memangkas sekitar 11 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 500 karyawan, di tengah perubahan besar industri perangkat lunak akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pemangkasan ini menjadi bagian dari tren terbaru di sektor teknologi, di mana perusahaan berlomba mengotomatisasi pekerjaan dan menyesuaikan produk mereka dengan teknologi AI, sekaligus menekan biaya yang tinggi. Perusahaan sejenis seperti Atlassian sebelumnya juga menyatakan akan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja.

Ket. Foto: Ilustrasi yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) — Sumber: Antara

Di sisi lain, kemunculan alat AI dari perusahaan seperti Anthropic dipandang sebagai ancaman serius bagi perusahaan perangkat lunak tradisional. Hal ini turut menekan harga saham perusahaan, mulai dari Freshworks hingga pesaing besar seperti Salesforce dan ServiceNow.

Perusahaan yang berbasis di San Mateo, California ini mencatat harga sahamnya telah turun sekitar 26 persen sepanjang tahun ini.

Dikutip dari Channel NewsAsia, CEO Freshworks, Dennis Woodside, mengatakan keputusan ini sebagian dipicu oleh meningkatnya penggunaan AI dalam pengembangan produk dan rekayasa perangkat lunak, serta otomatisasi pekerjaan rutin di perusahaan.

“Lebih dari setengah kode kami kini ditulis oleh AI,” ujar Woodside, seraya menambahkan bahwa otomatisasi telah mengurangi pekerjaan berulang yang sebelumnya dilakukan manusia.

Freshworks menyebut restrukturisasi ini akan berdampak pada sekitar 500 posisi di berbagai departemen secara global dan menimbulkan biaya satu kali sekitar 8 juta dolar AS. Per 31 Desember 2025, perusahaan ini memiliki sekitar 4.500 karyawan penuh waktu.

Woodside juga menjelaskan bahwa efisiensi dari penggabungan tim penjualan, pengurangan lapisan manajemen, dan otomatisasi pekerjaan akan diinvestasikan kembali ke lini bisnis Employee Experience milik Freshworks, termasuk perangkat lunak manajemen layanan TI mereka, Freshservice.

Situs pelacak PHK teknologi, Layoffs.fyi, melaporkan bahwa sebanyak 92.462 pekerja telah kehilangan pekerjaan di sektor teknologi sepanjang tahun ini.

Secara terpisah, Freshworks memperkirakan pendapatan kuartal kedua berada di kisaran 232 juta hingga 235 juta dolar AS, dengan titik tengah di atas estimasi analis sebesar 232,7 juta dolar AS, menurut data LSEG.

Pada kuartal pertama, pendapatan perusahaan meningkat 16 persen menjadi 228,6 juta dolar AS, melampaui perkiraan sebesar 223,24 juta dolar AS. Namun, laba disesuaikan tercatat sebesar 11 sen per saham, sedikit di bawah estimasi analis sebesar 12 sen per saham.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.