Petenis Dunia Desak Reformasi Grand Slam, Hadiah Roland Garros Disorot Tajam

Selasa, 05 Mei 2026, 06:35 WIB

PARIS — Ketegangan antara pemain tenis elite dan penyelenggara Grand Slam kembali memuncak. Sejumlah pemain bintang, termasuk peringkat satu dunia Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka, melayangkan surat resmi yang berisi kritik keras terhadap struktur hadiah uang Roland Garros 2026, yang dinilai belum mencerminkan kontribusi pemain terhadap besarnya pendapatan turnamen.

Dalam pernyataan bersama, para pemain menyebut kenaikan hadiah sebesar 9,5 persen yang diumumkan pada April lalu sebagai langkah yang “tidak memadai”. Mereka menilai kebijakan tersebut justru memperlebar kesenjangan antara pemasukan turnamen dan bagian yang diterima pemain.

Ket. Foto: Jannik Sinner. — Sumber: AFP

Data yang diungkap memperkuat argumen tersebut. Pada edisi sebelumnya, Roland Garros mencatat pendapatan sekitar 395 juta euro, setara kurang lebih 6,9 triliun rupiah, naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun total hadiah hanya meningkat 5,4 persen, yang membuat porsi pemain turun menjadi 14,3 persen dari keseluruhan pendapatan.

Dengan proyeksi pemasukan tahun ini menembus 400 juta euro (sekitar 7 triliun rupiah), bagian untuk pemain diperkirakan tetap berada di bawah 15 persen, jauh dari target 22 persen yang diusulkan. Angka itu sejatinya ingin menyamai standar distribusi di turnamen level 1000 yang berada di bawah naungan ATP Tour dan WTA Tour.

Tak hanya soal hadiah uang, para pemain juga menyoroti minimnya perhatian terhadap isu kesejahteraan, termasuk dana pensiun dan perlindungan maternitas. Mereka menilai penyelenggara Grand Slam belum menunjukkan itikad untuk membuka ruang dialog yang konstruktif.

“Tidak ada keterlibatan nyata terkait kesejahteraan pemain, dan belum ada kemajuan dalam menciptakan mekanisme formal agar pemain dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Sebelumnya, kritik serupa juga pernah disuarakan oleh Iga Swiatek, yang mempertanyakan minimnya komunikasi terbuka antara pemain dan pihak penyelenggara.

Sejumlah nama besar disebut berada di balik gerakan ini, termasuk Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz. Sementara Novak Djokovic dilaporkan tidak turut menandatangani surat terbaru, meski sebelumnya aktif dalam dorongan reformasi.

Di tengah polemik ini, Professional Tennis Players Association (PTPA) kembali mengangkat isu ketimpangan distribusi pendapatan dalam industri tenis. Dalam gugatan terhadap penyelenggara US Open, organisasi tersebut menyoroti fakta mencolok: pada 2024, turnamen tersebut meraup sekitar 12,8 juta dolar AS (sekitar 205 miliar rupiah) hanya dari penjualan koktail khas “Honey Deuce”.

Jumlah itu bahkan melampaui total hadiah yang diberikan kepada dua juara tunggal, sebuah simbol ketidakseimbangan yang kini menjadi bahan bakar utama tuntutan para pemain.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik antara pemain dan penyelenggara bukan sekadar soal angka, melainkan juga menyangkut struktur kekuasaan dan masa depan industri tenis global. Dengan tekanan yang terus meningkat, reformasi tampaknya bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang sulit dihindari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.