Industri Perhiasan Diuntungkan Kehadiran Bank Emas, Kemenperin Beberkan Alasannya

Kamis, 23 Jul 2026, 14:45 WIB

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan keberadaan bank emas atau bullion bank dapat memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi industri perhiasan nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita ditemui di Jakarta, Kamis (23/7), menyampaikan industri perhiasan membutuhkan akses bahan baku yang lebih terjamin, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita. — Sumber: Antara

Sehingga dengan adanya bank emas bisa memberikan jaminan bahan baku dari segi kuantitas dan kualitas.

"Manfaatnya sebenarnya itu jaminan akan bahan baku yang secara kuantitas dan kualitas aman," ungkap Reni.

Menurutnya, kepastian pasokan bahan baku akan meningkatkan daya saing industri perhiasan, terutama bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Ini karena, dalam transaksi ekspor perhiasan, pembayaran sering kali dilakukan dalam bentuk emas atau logam mulia, bukan hanya dalam bentuk uang.

Ia menambahkan, apabila kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri, industri perhiasan akan memperoleh sejumlah keuntungan, mulai dari efisiensi biaya hingga percepatan proses produksi.

"Kalau logam mulianya-nya, bahan bakunya bisa didapat di dalam negeri, otomatis kan lebih murah, lebih terjamin, dan dari waktu lebih cepat," tuturnya.

Pihaknya mencatat kinerja industri perhiasan nasional menunjukkan tren yang semakin positif. Sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga mencapai 9,1 miliar dolar AS atau meningkat 64,73 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Selain itu, data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dunia terus meningkat hingga mencapai 1.402 ton pada 2025 atau naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.208 ton.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memuji layanan bank emas nasional atau bullion bank yang berhasil mengelola 153 ton emas dengan nilai diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS sejak diluncurkan pada 2025.

Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), menyampaikan bahwa banyak prestasi yang sudah ditorehkan selama 20 bulan masa pemerintahannya, termasuk pendirian layanan bank emas yang dikelola oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.