Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Rob yang Melanda Wilayah Sayung, Demak Harus Segera Diatasi dan Direspons sebagai Krisis Nasional

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 19:18 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Rob yang Melanda Wilayah Sayung, Demak Harus Segera Diatasi dan Direspons sebagai Krisis Nasional Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Krisis rob di Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, merupakan bagian dari krisis pada garis pantai utara Jawa (Pantura) yang seharusnya segera direspons sebagai krisis nasional.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (5/5), menindaklanjuti hasil serap aspirasi masyarakat pada masa reses di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, pekan lalu.

“Yang terjadi di Sayung, Demak, bukan lagi sekadar banjir rob—melainkan krisis struktural yang menyebabkan hilangnya daratan dan ruang hidup masyarakat secara perlahan,” tegas Rerie, sapaan akrab Lestari.

Riset terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat, 65,8% garis pantai Pantura mengalami abrasi sepanjang periode 2000 hingga 2024.

Temuan itu dipaparkan Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Tubagus Solihuddin, dalam Expose Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) dan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pantura Tangguh, Indonesia Lestari untuk Integrasi Sains, Inovasi, dan Ketahanan Pesisir" di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (4/5).

Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel, perubahan garis pantai di Pantura didominasi oleh erosi sebesar 65,8%, sementara akresi hanya mencapai 34,2%.

Fenomena ini dinilai tidak lazim karena terjadi di kawasan delta yang secara alami merupakan wilayah sedimentasi.

Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai aktivitas di wilayah hulu, seperti kanalisasi, pembelokan sungai, dan pembangunan infrastruktur jalan dan bendungan yang memutus suplai sedimen ke pesisir.

Dampaknya sudah terlihat di sejumlah wilayah. Di Tanjung Pontang, Serang, Banten, daratan seluas 1,72 kilometer persegi hilang akibat erosi.

Sementara itu di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, air laut telah masuk hingga 4 kilometer ke daratan dan merendam lebih dari 1.000 hektare tambak.

Kondisi serupa juga terjadi di Legonkulon, Subang, Jawa Barat, dengan intrusi air laut sejauh 2 kilometer yang merendam sekitar 700 hektare tambak. Di Indramayu, Jawa Barat, abrasi bahkan merusak jalan desa sepanjang 500 meter hingga 1 kilometer.

Di wilayah Demak, Jawa Tengah, air laut tercatat telah masuk hingga 5-6 kilometer ke daratan, menenggelamkan sawah dan kawasan permukiman.

Rerie menegaskan, apa yang terjadi di Sayung, Demak bukan sekadar kasus lokal, melainkan peringatan nasional bagi seluruh wilayah pesisir Pantura.

Sepanjang 2026, tercatat 6.600 hektare wilayah Demak terdampak rob dan genangan permanen. Luasan terdampak itu meningkat drastis dari periode tahun lalu yang tercatat 1.200 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.