Filipina Usir Kapal Tiongkok yang Lakukan Penelitian Ilegal

Selasa, 05 Mei 2026, 02:45 WIB

MANILA - Penjaga Pantai Filipina (PCG) pada Minggu (3/5) mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan empat kapal Tiongkok melakukan penelitian ilmiah kelautan ilegal di wilayah perairannya dan mengancam akan mengerahkan pesawat dan kapal untuk menghalau mereka.

“PCG telah menetapkan bahwa mereka melakukan penelitian ilmiah kelautan ilegal tanpa wewenang hukum atau persetujuan sebelumnya dari pemerintah Filipina, yang jelas melanggar Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut,” demikian pernyataan yang diunggah di Facebook oleh juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela.

Ket. Foto: Dua anggota marinir Filipina berpatroli di Pulau West York di kawasan sengketa LTS pada Juni tahun lalu. Pada Minggu (3/5) Filipina menyatakan pihaknya telah mengusir kapal-kapal Tiongkok yang melakukan penelitian kelautan ilegal di wilayah perairannya di LTS. — Sumber: AFP/TED ALJIBE

“Filipina akan mengerahkan pesawat dan kapal untuk mengusir kapal-kapal Tiongkok,” ucap Tarriela.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mendesak Filipina untuk segera menghentikan tindakan berbahayanya dan menjaga jarak dari kapal-kapal Tiongkok.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa kapal-kapal penelitian Tiongkok tersebut melakukan kegiatan penelitian ilmiah dan berlayar secara normal di perairan di bawah yurisdiksi Tiongkok, sesuai dengan hukum domestik Tiongkok dan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

Dua kapal Tiongkok terlihat di lepas pantai Itbayat, sebuah kotamadya di Provinsi Batanes paling utara, sementara satu kapal berada di dekat Rizal, Palawan, di sekitar Atol Jackson yang disengketakan, dan kapal lainnya dekat Scarborough Shoal, kata PCG.

Salah satu kapal tersebut adalah kapal survei oseanografi canggih yang dilengkapi untuk penelitian laut dalam, pemetaan dasar laut, eksplorasi geofisika, dan dukungan bagi kapal selam, kata Tarriela. Kapal lainnya adalah kapal induk drone cerdas pertama di dunia, yang dibangun untuk mengerahkan dan mengendalikan lebih dari 50 drone udara, permukaan, dan bawah air secara bersamaan untuk survei laut tiga dimensi yang komprehensif, menurut pernyataan Filipina.

“Kami tidak akan mentolerir penelitian ilmiah kelautan ilegal apa pun yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kami,” ucap kepala PCG, Ronnie Gil Gavan.

Filipina dan Tiongkok memiliki klaim yang tumpang tindih di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang merupakan  jalur perairan strategis yang diyakini kaya akan sumber daya alam.

Saat ini Filipina telah memperkuat hubungan militer dengan Amerika Serikat (AS) untuk membantu melindungi klaimnya di wilayah sengketa, yang menyebabkan bentrokan berulang antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina. 

Pendaratan Personel

Sementara itu Tiongkok menuduh Filipina telah mendaratkan personel di terumbu karang tak berpenghuni Sandy Cay yang disengketakan di LTS pada Minggu.

Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi lima personel Filipina yang mendarat di Sandy Cay, sebuah tindakan yang oleh Beijing disebut ilegal, lapor media milik pemerintah, Global Times.

Pekan lalu, Manila mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan pasukan penjaga pantai ke Sandy Cay setelah laporan media pemerintah menunjukkan personel Penjaga Pantai Tiongkok tiba di Sandy Cay sambil membawa bendera Tiongkok.

Pada Minggu, media The Diplomat melaporkan bahwa seorang anggota parlemen yang didampingi sejumlah aktivis Koalisi Atin Ito telah menancapkan bendera nasional Filipina di Sandy Cay.

“Pesan dari misi kami jelas, Laut Filipina Barat adalah milik kami. Tidak ada intimidasi yang dapat menghapus fakta itu,” ucap anggota parlemen Filipina bernama Dadah Kiram Ismula.

Atas aksi yang dilakukan oleh anggota parlemen Filipina itu di Sandy Cay, Beijing menyebut aksi itu dapat diprediksi dan mengklaim tindakan tersebut ilegal. Bloomberg/CNA/I-1

  • south china sea

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.