Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awal Tahun Suram! BPS Beberkan Fakta Sektor Tambang Tumbang

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awal Tahun Suram! BPS Beberkan Fakta Sektor Tambang Tumbang Doc: ANTARA/ Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Lokasi tambang Freeport di Papua.

JAKARTA – Penurunan kinerja sektor pertambangan pada triwulan I mencerminkan kombinasi tekanan harga komoditas global dan normalisasi produksi setelah periode ekspansi sebelumnya.

Melemahnya permintaan dari negara tujuan utama—seiring perlambatan ekonomi global—menekan harga batu bara dan mineral, sehingga berdampak langsung pada nilai ekspor dan pendapatan perusahaan tambang.

Di saat yang sama, faktor domestik seperti penyesuaian kebijakan hilirisasi, cuaca, serta dinamika operasional turut membatasi volume produksi.

Kontraksi sektor ini menunjukkan tingginya sensitivitas pertambangan terhadap siklus eksternal. Ketergantungan pada komoditas mentah membuat kinerja mudah berfluktuasi mengikuti harga global.

Dampaknya tidak hanya pada PDB sektoral, tetapi juga pada penerimaan negara dan neraca perdagangan.

Kondisi ini memperkuat urgensi diversifikasi ekonomi serta percepatan hilirisasi agar nilai tambah tidak semata bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan pada produk olahan yang lebih stabil dan berdaya saing tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan penyebab sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 2,14 persen pada triwulan I 2026

Ia menjelaskan, kontraksi tersebut dipicu oleh penurunan produksi pada sejumlah komoditas utama, yakni bijih logam, minyak dan gas (migas), serta batu bara.

“Ini pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi tadi kan minus 2,14 persen, karena salah satunya adalah pertambangan bijih logam terkontraksi sebesar 12,22 persen, kemudian juga ada kontraksi pertambangan minyak gas dan juga batubara. Jadi batu bara juga mengalami penurunan produksi,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Secara tren, sektor pertambangan dan penggalian memang telah mengalami kontraksi dalam beberapa triwulan terakhir. Pada triwulan IV 2025, sektor ini terkontraksi sebesar 1,31 persen, sementara pada triwulan I 2025 juga mencatat kontraksi 1,23 persen.

Sementara, secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq), kontraksi juga terjadi pada sejumlah lapangan usaha.

Sektor pertambangan dan penggalian mencatat kontraksi terdalam sebesar 8,20 persen, diikuti jasa pendidikan sebesar 6,89 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,50 persen.

Adapun BPS mencatat, perekonomian Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I 2026 mencapai Rp6.187,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.447,7 triliun.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.