Vivo Buka Akses Pendidikan Teknologi bagi 60 Mahasiswa
Senin, 04 Mei 2026, 19:08 WIBJakarta â Kebutuhan talenta digital di Indonesia diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030. Namun saat ini, jumlah talenta yang tersedia baru berada di kisaran 6 juta orang. Di sisi lain, tingginya angka pengangguran lulusan vokasi, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih menjadi tantangan akibat kesenjangan keterampilan dan terbatasnya akses terhadap peluang kerja yang relevan.
Melihat kondisi tersebut, Vivo Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi melalui program beasiswa Vivo NexGen Scholars, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025.
Program yang telah berjalan sejak 2025 ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi bagi generasi muda Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Hoshizora Foundation dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Vivo memberikan 60 beasiswa penuh bagi mahasiswa terpilih melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Public Relations Director Vivo Indonesia, Arga Simanjuntak, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung lahirnya talenta muda di sektor teknologi.
âGenerasi muda tidak hanya membutuhkan akses terhadap pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui Vivo NexGen Scholars, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,â ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (4/5/2025).
Menurutnya, momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan transformasi digital nasional.
Membuka Jalan Baru bagi Generasi Muda
Bagi para penerima manfaat, program beasiswa ini menjadi lebih dari sekadar bantuan pendidikan. Kehadirannya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang teknologi meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Evan Eka Kurniawan, mahasiswa asal Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu penerima beasiswa dengan capaian akademik tertinggi. Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, di mana ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai pedagang kopi eceran, Evan kini mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9.
Ia aktif mengembangkan aplikasi, berkegiatan di bidang teknologi game, serta mengikuti berbagai kompetisi.
âBeasiswa ini membuat saya bisa lebih fokus belajar dan mengembangkan kemampuan. Saya ingin suatu hari bisa membangun game yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak positif,â katanya.
Cerita serupa datang dari Zahra Adientya Putri, mahasiswa Teknologi Game asal Tulungagung. Dengan latar belakang keluarga berpenghasilan terbatas, Zahra tetap aktif mengikuti komunitas dan berbagai proyek teknologi di kampus.
âProgram ini membantu saya untuk tetap bisa kuliah tanpa membebani orang tua. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan berkembang,â ujarnya.
Sementara itu, Izzal Maula Al Faqiih asal Balikpapan, Kalimantan Timur, menghadapi tantangan personal yang berat setelah kehilangan ibunya. Meski demikian, mahasiswa Teknik Informatika tersebut tetap aktif mengembangkan kemampuan melalui organisasi dan proyek teknologi.
âSaya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang dan membuka peluang yang lebih besar ke depan,â katanya.
Perjalanan penuh tantangan juga dialami Ubayy Tsany Galiadupda. Setelah sempat mengalami kegagalan dalam pengembangan proyek berbasis machine learning, ia berhasil menciptakan chatbot berbasis kecerdasan buatan yang kini dimanfaatkan pelaku UMKM.
Adapun Arkan Maulana Rizki asal Kalimantan Tengah terus menunjukkan semangat belajar meski pernah mengalami perundungan dalam waktu cukup lama. Kini ia menempuh pendidikan Teknik Elektronika dan bercita-cita berkontribusi di sektor teknologi energi.
âSaya ingin suatu hari bisa membangun sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,â tuturnya.
Fokus pada Bidang Strategis
Program Vivo NexGen Scholars berfokus pada enam bidang strategis yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yakni Teknik Informatika, Sains Data Terapan, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro Industri, dan Teknologi Game.
Executive Director Hoshizora Foundation, Yudi Anwar, menilai program ini mulai menunjukkan dampak positif, baik dari sisi akses pendidikan maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.
âSebanyak 60 mahasiswa kini memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya, sekaligus mengembangkan kemampuan teknologi sesuai jurusan masing-masing,â ujarnya.
Dari sisi akademik, capaian mahasiswa penerima beasiswa juga cukup menggembirakan. Pada semester awal, rata-rata IPK mahasiswa tercatat mencapai 3,41, dengan nilai tertinggi menyentuh angka 3,9.
Selain prestasi akademik, para mahasiswa juga aktif mengikuti organisasi, kompetisi, dan komunitas pengembangan teknologi.
Yudi menilai keterkaitan jurusan yang ditempuh para penerima beasiswa dengan kebutuhan industri digital menjadi indikator positif.
âKebutuhan industri teknologi digital terus meningkat. Jurusan seperti Teknik Informatika, Elektronika, hingga Teknologi Game sangat relevan dengan kebutuhan tersebut. Ini menjadi sinyal awal bahwa program ini dapat mendukung kesiapan talenta muda memasuki dunia kerja,â katanya.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, program seperti Vivo NexGen Scholars dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda Indonesia agar siap berperan dalam ekosistem teknologi masa depan.
- pendidikan vokasi
- Vivo NexGen Scholars
- Vivo Indonesia
- pendidikan teknologi
- beasiswa teknologi
- talenta digital Indonesia
- Hari Pendidikan Nasional 2025
- PENS Surabaya
- Hoshizora Foundation
- SDM teknologi
- Beasiswa Vivo
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Jadwal Liga Spanyol, Barcelona Ditantang Villarreal
-
Petani Lamongan Terbantukan: Pencairan Klaim Asuransi Tani Lebih Cepat
-
Isi Waktu Ngabuburit, Disbudpar Tangerang Sediakan Wisata Kano di Saluran Irigasi
-
Bantuan Sosial Kebutuhan Dasar Februari Sudah Cair
-
Siap Go Internasional! Kemenperin Cari Talenta Terbaik Buat WorldSkills ASEAN 2027
-
Pemkab Bandung Pastikan Tidak Ada PHK PPPK Imbas Pembatasan Belanja Pegawai
-
DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Konkret Respons Kenaikan Harga BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.