Maksimalkan Kratom, Kukar Bidik Lonjakan PAD

Minggu, 03 Mei 2026, 21:35 WIB

TENGGARONG – Memaksimalkan industri kratom itu ibarat mengubah potensi yang selama ini “jalan sendiri” jadi lebih tertata dan bernilai tinggi.

Kuncinya bukan cuma soal produksi, tapi juga penguatan regulasi, standar kualitas, dan hilirisasi supaya kratom nggak cuma jadi komoditas mentah, melainkan punya daya saing dan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Ket. Foto: Petani panen daun kratom. — Sumber: ANTARA/ Teofilusianto Timotius

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur memaksimalkan industri kratom untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD), di tengah menurunnya produksi mineral dan batubara (minerba) akibat situasi global yang berimbas ke daerah.

"Pemda Kukar terus melakukan pengawasan agar pengelolaan kratom tetap bertanggung jawab dan transparan, target utamanya adalah menjaga kadar mitragynine zat aktif dalam kratom tetap tinggi dan stabil," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Ahad.

Dalam hal ini, Pemkab Kukar selalu mendorong sekaligus menjamin kepastian hukum serta kesejahteraan produsen lokal, sehingga produksinya meningkat, berkualitas, menyejahterakan, sekaligus menambah PAD.

PAD Kukar pada 2025 ditarget sebesar Rp953 miliar, namun terealisasi Rp710 miliar atau 74,74 persen. Sementara target PAD 2026 sebesar Rp1,97 triliun, sehingga melalui berbagai kreativitas, termasuk pengembangan industri kratom, diharapkan target tersebut tercapai.

Selama ini Kukar mengekspor daun kratom sekira 200 ton per bulan dengan negara tujuan antara lain Amerika Serikat, India, Thailand, hingga Republik Ceko, sehingga produksinya akan terus ditingkatkan untuk menjangkau pasar lebih luas.

Terkait dengan itu, maka bupati bersama tim pada lima hari lalu pun mengunjungi PT DJB Botanicals Indonesia di Kecamatan Tenggarong Seberang, untuk memastikan tata kelola kratom di Kukar sebagai implementasi Program Pembangunan Kawasan Ekonomi Sejahtera dengan Membangun Pola Hubungan Industri Hulu dan Hilirisasi Berkelanjutan.

Bupati meninjau langsung ruang pengolahan hingga proses ekstraksi daun kratom sebelum diekspor. Ia pun menegaskan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen memaksimalkan nilai ekonomi kratom guna mendukung PAD di tengah penurunan produksi sektor minerba.

"Untuk membangun industri pengolahan yang lebih canggih, diperlukan kolaborasi antara pelaku bisnis, tim riset, dan pemerintah daerah. Melalui komitmen transformasi menuju industri ekstraksi, maka diperlukan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan banyak pihak," ujar Aulia.

Ia menyebut bahwa pendekatan kolaboratif sangat penting agar kratom bisa dikelola secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tetap menjadi pembudidaya yang sesuai kaidah dan sesuai prosedur, sehingga kadar mitragynine dari masing masing kratom itu bisa tetap terjaga.

"Pemda harus mempertahankan masyarakat tetap menjadi pembudidaya yang sesuai dengan prosedur dan standar kualitas. Budi daya kratom di Kukar hingga kini tersebar di sejumlah kecamatan dan yang paling banyak di kawasan hulu sungai seperti Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, hingga Kecamatan Kembang Janggut," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.