Tabalong Lawan Ancaman Pangan: Warga Diajak Tanam Sayur dari Pekarangan

Jumat, 01 Mei 2026, 06:30 WIB

BANJARMASIN – Menggiatkan gerakan menanam sayur mencerminkan upaya memperkuat ketahanan pangan dari level rumah tangga sekaligus meredam tekanan inflasi bahan pangan.

Dengan produksi sederhana di pekarangan, ketergantungan terhadap pasokan pasar dapat dikurangi, terutama saat terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga.

Ket. Foto: Ilustrasi - Warga merawat tanaman terong di kebun percontohan Pekarangan Pangan Bergizi Desa. — Sumber: ANTARA/Angga Budhiyanto.

Selain itu, gerakan ini juga memiliki efek ekonomi dan sosial, mulai dari penghematan pengeluaran hingga peluang tambahan pendapatan.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi partisipasi masyarakat, pendampingan teknis, serta akses terhadap bibit dan sarana pendukung yang memadai.

Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menggiatkan gerakan menanam sayur melalui inovasi Kelurahan Tahan Pangan dengan Menanam Sayur atau disingkat Kelana Sayur yang salah satunya di Kelurahan Sulingan.

Kelurahan yang masuk wilayah Kecamatan Murung Pudak itu bersama Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Benih Tabalong melakukan pengolahan lahan untuk melaksanakan gerakan inovasi tersebut.

Lurah Sulingan Rahmanuddin di Tabalong, Kamis, mengatakan, inovasi ini dalam rangka mendukung gerakan ketahanan pangan menyusul belum optimalnyapengelolaan ketahanan pangan di masyarakat.

“Perlu solusi inovatif yang mudah diterapkan, berbasis potensi lokal, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat," jelas Rahmanuddin.

Dia meyakini inovasi Kelana Sayur dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan kelurahan sekaligus mendorong kemandirian masyarakatmemenuhi kebutuhan sayur, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan lingkungan sekitar.

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budi daya sayuran serta menumbuhkan potensi ekonomi rumah tangga berbasis pertanian.

Hadirnya inovasi ini dapat meningkatkan sumber sayuran segar di tingkat rumah tangga, pengurangan pengeluaran rumah tangga untuk belanja sayur dan peningkatan keterampilan masyarakat dalam bercocok tanam.

“Kita berharap inovasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong kemandirian pangan, serta menjadi contoh praktik baik pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Gerakan menanam sayur melalui inovasi ini melibatkan aparatur kelurahan, penyuluh pertanian, kader PKK dan masyarakat dengan dukungan sarana prasarana berupa bantuanbenih sayuran unggulan, polybag, media tanam, pupuk organik dan peralatan sederhana pertanian.

"Anggaran kegiatan dari dana kelurahan, APBD Kabupaten Tabalong dan swadaya masyarakat sertadukungan mitra," kata Rahmanuddin

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.