Demi Keselamatan, Pelabuhan Galala Batasi Pelayaran Saat Cuaca Memburuk

Jumat, 01 Mei 2026, 08:25 WIB

AMBON – Memastikan keselamatan transportasi laut merupakan prasyarat utama bagi kelancaran logistik dan mobilitas antarwilayah di negara kepulauan.

Risiko kecelakaan yang tinggi—dipicu faktor cuaca, kelayakan kapal, hingga human error—menuntut pengawasan ketat dan standar operasional yang konsisten.

Ket. Foto: Bongkar muat feri di Pelabuhan Galala, Ambon. — Sumber: ANTARA/ Winda Herman

Karena itu, penguatan regulasi, inspeksi berkala, serta peningkatan kompetensi awak kapal menjadi elemen krusial untuk menekan potensi insiden.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi seperti sistem navigasi modern dan pemantauan cuaca real-time dapat meningkatkan mitigasi risiko secara signifikan.

Tanpa pendekatan yang komprehensif, keselamatan transportasi laut tidak hanya berdampak pada korban jiwa, tetapi juga mengganggu rantai pasok dan aktivitas ekonomi secara luas.

Pelabuhan Penyeberangan Galala Ambon menerapkan batas aman pelayaran berdasarkan kondisi cuaca guna memastikan keselamatan transportasi laut di wilayah tersebut.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Galala Ambon Andreas Widyakusuma mengatakan operasional kapal tetap dijalankan dengan mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Pihak pelabuhan memastikan operasional kapal masih berlangsung seperti biasa, dengan mempertimbangkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang menyatakan kondisi cuaca masih memungkinkan kapal untuk berlayar," kata dia di Ambon, Rabu (29/4).

Ia menjelaskan pelayaran tetap dilakukan selama kondisi gelombang masih dalam batas aman yang ditetapkan.

"Kalau gelombangnya dalam kondisi sedang, pelayarannya tetap berjalan karena masih dikatakan aman. Kecuali ada peringatan gelombang tinggi, itu benar-benar dihentikan operasinya," ujarnya.

Menurut dia, koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan setiap keberangkatan kapal memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Selain itu, ia mengimbau nakhoda dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama potensi angin kencang dan gelombang tinggi.

Petugas pelabuhan juga disiagakan untuk memberikan informasi terkini kepada penumpang serta memastikan proses naik dan turun penumpang berjalan tertib dan aman.

Berdasarkan informasi BMKG, kata dia, sejumlah wilayah di Maluku berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Meski demikian, pelabuhan memastikan operasional pelayaran tetap berjalan dengan pemantauan kondisi cuaca secara berkala.

  • pelabuhan galala

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.