FIFA Bela Infantino, Kecam Upaya Sistematis untuk Menjatuhkan Sang Presiden

Minggu, 09 Agu 2026, 09:36 WIB

PARIS – FIFA mengecam apa yang disebut sebagai “upaya terkoordinasi dan berkelanjutan” untuk melemahkan organisasi sepak bola dunia tersebut beserta presidennya, Gianni Infantino.

Pernyataan itu disampaikan FIFA pada hari Sabtu (8/8) ketika kontroversi mengenai rencana investasi swasta yang telah ditangguhkan masih terus bergulir. Di tengah tekanan tersebut, Infantino juga menghadapi tuntutan untuk mengundurkan diri serta tuduhan baru terkait masa jabatannya di UEFA.

Ket. Foto: Gianni Infantino — Sumber: FIFA

“Pemberitaan terbaru memuat sejumlah pernyataan yang tidak berdasar serta klaim yang secara nyata tidak benar mengenai FIFA dan presidennya,” demikian pernyataan FIFA.

Infantino pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA pada 2009 hingga 2016 sebelum terpilih sebagai Presiden FIFA.

Tekanan terhadap pria berdarah Italia-Swiss itu semakin meningkat setelah surat kabar Inggris, The Telegraph, melaporkan dugaan bahwa Infantino pernah menggunakan pengaruhnya untuk membantu mendapatkan promosi bagi seorang pegawai UEFA yang disebut memiliki hubungan intim dengannya.

Surat kabar tersebut juga melaporkan, tanpa mengungkap sumber informasinya, bahwa pegawai tersebut menerima “sejumlah uang enam digit” ketika meninggalkan UEFA. Selain itu, biaya pendidikan untuk mengikuti program MBA di sebuah sekolah bisnis lokal yang nilainya sekitar 45.000 poundsterling atau sekitar Rp1 miliar juga disebut telah dibayarkan.

Ketika dimintai tanggapan oleh AFP, UEFA mengakui bahwa “pembayaran saat meninggalkan organisasi memang diberikan kepada individu yang bersangkutan” pada periode tersebut. UEFA juga mengonfirmasi adanya pembayaran biaya untuk mengikuti program MBA di sekolah bisnis setempat.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, FIFA menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak keberatan terhadap pengawasan dan kritik yang sah.

“FIFA menyambut pengawasan yang sah,” demikian pernyataan tersebut.

Namun, FIFA menegaskan bahwa kritik tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menyimpangkan fakta atau menyebarkan tuduhan yang belum terbukti.

“Namun, pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tuduhan yang tidak berdasar, atau menciptakan pengalihan perhatian yang dirancang untuk melemahkan kemajuan,” lanjut FIFA.

“Jika pemberitaan tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menanggapinya secara langsung dan tegas.”

Pernyataan tersebut menjadi bentuk pembelaan terbuka FIFA terhadap Infantino ketika posisi sang presiden tengah menghadapi tekanan politik yang cukup serius.

Infantino saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mencalonkan kembali sebagai Presiden FIFA pada Maret tahun depan. Namun, perjalanan menuju masa jabatan keempatnya menghadapi tantangan setelah kontroversi rencana investasi swasta FIFA.

Pada akhir bulan lalu, FIFA mengumumkan rencana membuka peluang bagi investor swasta untuk terlibat dalam bisnis komersial yang berkaitan dengan Piala Dunia. Rencana tersebut kemudian mendapat penolakan keras dan akhirnya ditangguhkan.

UEFA menjadi salah satu penentang paling vokal.

Pada hari Kamis, badan sepak bola Eropa itu kembali menegaskan ancaman untuk memboikot Piala Dunia. UEFA menilai penghentian rencana investasi tersebut saja belum cukup untuk mengakhiri persoalan.

Situasi itu memperlihatkan semakin lebarnya jarak antara FIFA dan UEFA, organisasi yang pernah menjadi tempat Infantino membangun kariernya sebelum memimpin sepak bola dunia.

Di tengah konflik tersebut, FIFA juga mengeluarkan peringatan keras terkait proses pemilihan presiden.

“FIFA tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau menoleransi proses apa pun terkait pemilihan Presiden FIFA yang tidak sesuai dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, serta kerangka tata kelola yang telah ditetapkan,” kata FIFA.

Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pesan yang tidak kalah tegas.

“Mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang menyesatkan sesuatu yang tidak dapat mereka raih melalui proses demokratis yang telah ditetapkan FIFA.”

Pernyataan itu muncul ketika sejumlah federasi nasional dan konfederasi mulai mengambil sikap berbeda terhadap kepemimpinan Infantino. Sebagian masih memberikan dukungan, sementara pihak lain, terutama UEFA, secara terbuka mempertanyakan kepemimpinannya.

Dengan pemilihan presiden FIFA yang semakin dekat, pertarungan politik di tubuh sepak bola dunia diperkirakan akan terus memanas. Infantino masih berupaya mempertahankan posisinya, tetapi tekanan yang muncul menunjukkan bahwa periode menuju pemilihan Maret mendatang tidak akan berlangsung mudah.

  • FIFA
  • gianni infantino

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.