Budidaya Melon Golden Alisha, Warga Aceh Ikut Ambil Peran dalam Program Amanah

Minggu, 21 Jun 2026, 21:25 WIB

BANDA ACEH – Pengembangan komoditas melon menunjukkan potensi yang cukup besar dalam meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, terutama melalui peningkatan kualitas varietas, teknologi budidaya, dan akses pasar.

Permintaan melon yang cenderung stabil di pasar domestik maupun ekspor membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

Ket. Foto: Salah seorang pengunjung saat memetik melon golden alisha menggunakan gunting untuk dibeli di greenhouse Amanah, di Aceh Besar, Sabtu (20/6/2026). — Sumber: ANTARA/ Rahmat Fajri

Namun, tantangan seperti fluktuasi harga, ketergantungan pada musim, serta keterbatasan rantai distribusi masih menjadi kendala utama.

Karena itu, penguatan inovasi pertanian, dukungan infrastruktur pascapanen, serta kemitraan dengan pelaku industri menjadi penting agar komoditas melon dapat berkembang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) membina dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan komoditas melon golden alisha hingga pemasarannya sebagai upaya membantu menggerakkan ekonomi warga.

"Yang memelihara melon di Amanah saat ini adalah masyarakat yang kita berikan pembinaan dan mereka juga mendapatkan bagi hasilnya. Sehingga menjadi gerakan ekonomi," kata Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, di Aceh Besar, Sabtu (21/6).

Sebagai informasi, Amanah merupakan pusat kreativitas, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda di Aceh yang diinisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) saat PON Aceh-Sumut 2024 lalu.

Fasilitas yang berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk melahirkan produk lokal berkualitas dan menguatkan ekonomi kreatif. Gedung ini dulunya diresmikan langsung oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dirinya menjelaskan, Amanah sudah mulai memanen melon golden alisha yang ditanami secara periode pada dua dari enam greenhouse (rumah kaca) di sana setiap tiga bulan sekali dengan kapasitas berbeda.

Sementara ini, melon golden alisha di Amanah baru dikembangkan pada dua greenhouse, satu berkapasitas 200 bibit, dan satu lagi dapat ditanami 400 bibit. Sekali panen bisa menghasilkan omzet sekitar Rp36 juta.

Hasil panen, kata dia, tidak pernah tersisa, seluruhnya terjual meski masih terbatas atau cukup bagi orang-orang yang berkunjung ke lokasi saja. Selain itu, penanaman melon ini juga dijadikan bahan edukasi bagi pelajar di Aceh.

"Selama ini hampir semua hasil panen habis terjual, dijual Rp30 ribu per kilogram, dan hasilnya digunakan untuk membeli bibit lagi serta biaya kerja. Melon unggul ini juga jadi edukasi kepada anak-anak sekolah," ujarnya.

Dirinya mengakui, bahwa pengembangan melon golden alisha di sana masih terbatas dan belum mampu memenuhi pasokan untuk pasar yang lebih luas.

Karena itu, pihaknya berencana mengembangkan melon tersebut pada enam green house di Amanah, serta membina masyarakat sekitar menanaminya, sehingga ke depan bisa menembus supermarket.

"Karena itu, ke depan target kita ingin memasok ke supermarket. Jadi rencana kita, melon masyarakat di bawah binaan nanti kita pasok ke berbagai tempat usaha, dan nantinya juga langsung kita buatkan standarisasinya untuk mencapai pasar," demikian Syaifullah Muhammad.

  • Aceh
  • melon golden alisha

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

RUU Masyarakat Adat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat SORONG – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat

Pansus RUU Daerah Kepulauan Matangkan Skema Dana Khusus

Desa Pampang Bersolek dari Sisi SDM, Samarinda Kejar Lonjakan Wisatawan

Gen Z Sulit Cari Kerja, Ekraf Disiapkan Jadi Mesin Lapangan Kerja Baru

Jangan Sampai Krisis Pangan Saat Bencana, Bapanas Siapkan Rp1,2 Triliun

Kekayaan Intelektual Jangan Menganggur, Asensi Dorong Jadi Aset Produktif

UMKM Wajib Melek Digital, BI Bidik Akses Pembayaran Lebih Luas

Baznas Salurkan 1.900 Porsi Makanan untuk Warga Terdampak Gempa NTT.

Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni, Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran

Pemkot Bandung Buka Keran Akses Kredit UMKM dengan Bank BJB

ASENSI Dorong IP dan Licensing Revenue Baru bagi Indonesia

Pemkot Bandung Tegaskan PPPK Paruh Waktu Diperpanjang

Wali Kota Bandung Tegaskan Pengelolaan Kota Harus Berbasis Data

Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026

Program "Gempolin" Bikin Warga Gempolsari Bandung Antusias Kelola Sampah

Karhutla Masih Berkobar di Way Kambas, Api Merembet ke Kawasan Konservasi.

Karhutla Kalteng Makin Serius, Presiden Prabowo Tambah 4 Helikopter Water Bombing

Presiden Prabowo Subianto Bertekad Hentikan Perluasan Karhutla dan Titik Api Baru di Kalimantan.

Presiden Prabowo Tambah 4 Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Karhutla Kalteng.

Wali Kota: Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.