Stok Minyakita di Batam Kembali Normal Usai Bantuan Pangan Disalurkan
Selasa, 28 Apr 2026, 08:05 WIBBATAM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan ketersediaan minyak goreng Minyakita di Batam kembali normal setelah penyaluran bantuan pangan oleh Perum Bulog selesai.
Kepala DKPP Kota Batam Mardanis mengatakan kelangkaan Minyakita saat ini dipengaruhi oleh alokasi distribusi untuk program bantuan pangan pemerintah.
âSecara aturan, sekitar 30 persen Minyakita didistribusikan oleh Bulog untuk masyarakat. Saat ini distribusi difokuskan untuk bantuan pangan, sehingga pasokan di pasar menjadi berkurang,â ujar Mardanis di Batam, Senin (27/4).
Ia menjelaskan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita seharusnya berada di angka Rp15.700 per liter.
Namun, di lapangan harga mengalami kenaikan hingga Rp17.000 sampai Rp18.000 per liter akibat terbatasnya pasokan.
âKalau barangnya sedikit sementara permintaan tinggi, harga pasti naik. Pengawasan terhadap HET juga masih perlu diperkuat,â katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena Bulog memiliki kewajiban menyalurkan bantuan pangan pada Februari hingga Maret, yang mencakup beras 20 kilogram dan Minyakita 2 liter per penerima.
âKewajiban Bulog saat ini fokus pada bantuan pangan, sehingga distribusi ke ritel sempat terhenti. Ini yang menyebabkan Minyakita menjadi langka,â ujarnya.
Mardanis menambahkan, selain Minyakita, harga minyak goreng komersial lainnya juga mengalami kenaikan, bahkan ada yang mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per liter.
Meski demikian, ia memastikan secara umum kondisi bahan pangan di Batam masih relatif stabil dan belum berdampak signifikan, meskipun terdapat kenaikan pada komoditas tertentu seperti minyak.
âUntuk stok pangan secara umum masih aman. Yang cukup terasa saat ini memang pada komoditas minyak goreng,â katanya.
Terpisah, Kepala Cabang Perum Bulog Batam Guido XL Pereira mengonfirmasi bahwa kelangkaan Minyakita memang dipengaruhi oleh kuota yang dialokasikan untuk bantuan pangan.
âMinyakita saat ini langka di pasaran karena kuotanya digunakan untuk penyaluran bantuan pangan. Ke depan, pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan tidak lagi menggunakan Minyakita untuk program bantuan pangan berikutnya,â ujar Guido.
Adapun kebutuhan Minyakita per bulan di wilayah kerja Bulog Batam mencapai sekitar 1.605,85 ton untuk Kota Batam dan 258 ton untuk Kabupaten Karimun.
âPenyaluran bantuan pangan sendiri ditargetkan selesai sebelum Mei 2026, sehingga diharapkan distribusi Minyakita ke pasar kembali normal setelah program tersebut berakhir,â katanya.
- Batam
- Bantuan pangan
- Stok Minyakita
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hutan Lindung Gunung Soputan Meluas Mencapai 300 Hektare
-
Hadapi El Nino dan Kemarau, Pemprov DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca hingga Dua Kali Seminggu
-
Diduga Gelapkan Uang SPP, Mantan Kepsek SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi
-
BMKG Ingatkan Waspada Karhutla dari Dampak Menguatnya El Nino
-
Tiongkok Luncurkan Robot Serigala UGV AS2-W Baru
-
Formula 1 Kembali ke Malaysia, Sepang Jadi Tuan Rumah GP Bahrain Oktober Mendatang
-
Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.