Formula 1 Kembali ke Malaysia, Sepang Jadi Tuan Rumah GP Bahrain Oktober Mendatang
Senin, 27 Jul 2026, 00:20 WIBBUDAPEST â Formula 1 resmi mengumumkan kembalinya Sirkuit Sepang, Malaysia, ke kalender balap musim 2026. Sepang akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain yang dijadwalkan ulang pada 4 Oktober, menyusul pembatalan balapan di Sakhir akibat konflik di Timur Tengah.
Pengumuman tersebut disampaikan Formula 1 milik Liberty Media pada Minggu (26/7) di sela-sela Grand Prix Hungaria. Balapan tersebut secara resmi akan menggunakan nama "Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia".
CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyambut baik kesepakatan yang tercapai antara pemerintah Malaysia dan Bahrain, bersama Federasi Otomotif Internasional (FIA) serta Formula 1.
"Ini adalah kabar luar biasa bagi para penggemar kami. Mereka tetap dapat menikmati kalender Formula 1 yang lengkap dan menarik, sekaligus menyaksikan olahraga ini kembali ke salah satu sirkuit bersejarah," ujar Domenicali.
Ia menambahkan, Sepang memiliki tempat istimewa dalam sejarah Formula 1. "Sepang akan menjadi lokasi yang spektakuler untuk balapan dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penonton di sirkuit maupun penggemar di seluruh dunia."
Sepang terakhir kali menggelar balapan Formula 1 pada 2017 sebelum akhirnya keluar dari kalender karena pertimbangan biaya dan menurunnya jumlah penonton. Meski demikian, sirkuit yang berada di dekat Bandara Internasional Kuala Lumpur itu hingga kini masih rutin menjadi tuan rumah ajang MotoGP.
Kembalinya Sepang membuat jumlah seri Formula 1 musim ini kembali menjadi 23 balapan setelah sebelumnya berkurang akibat pembatalan GP Bahrain dan GP Arab Saudi.
Balapan di Malaysia akan digelar di antara Grand Prix Azerbaijan pada 26 September dan Grand Prix Singapura pada 11 Oktober.
Formula 1 sebelumnya membatalkan GP Bahrain di Sakhir dan GP Arab Saudi di Jeddah yang sedianya berlangsung pada April lalu akibat perang yang melibatkan Iran serta memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Meski kalender kembali lengkap, masa depan dua seri penutup musim di Qatar dan Abu Dhabi masih menjadi tanda tanya apabila kondisi keamanan belum membaik.
Sejumlah sumber di Hungaroring menyebut Sirkuit Imola, Italia, tengah dipertimbangkan sebagai alternatif tuan rumah balapan penutup musim jika kedua seri di Timur Tengah juga terpaksa dibatalkan.
Penggunaan nama GP Bahrain untuk balapan yang digelar di Malaysia bukanlah hal baru dalam sejarah Formula 1.
Sebelumnya, Nürburgring di Jerman pernah menggelar Grand Prix Luksemburg, sementara Grand Prix San Marino selama bertahun-tahun berlangsung di Sirkuit Imola, Italia. Bahkan, Grand Prix Swiss pernah diselenggarakan di Prancis.
Bahrain memiliki hubungan yang sangat erat dengan Formula 1. Dana investasi negara Mumtalakat merupakan pemilik tim juara dunia McLaren, sementara Grand Prix Bahrain menjadi ajang olahraga terbesar yang digelar setiap tahun di kerajaan tersebut sebagai sarana promosi internasional.
Namun, negara yang juga menjadi pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat itu beberapa waktu terakhir menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Iran.
Menurut sejumlah sumber, Bahrain tetap akan menanggung sebagian besar biaya penyelenggaraan balapan yang dipindahkan ke Malaysia, termasuk biaya lisensi penyelenggaraan yang setiap tahunnya bernilai puluhan juta dolar Amerika Serikat kepada Formula 1.
Meski telah diumumkan secara resmi, penyelenggaraan Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia masih menunggu penyelesaian sejumlah kesepakatan akhir serta persetujuan dari World Motor Sport Council FIA sebelum masuk sepenuhnya ke kalender resmi Formula 1 musim 2026.
- Formula 1
- GP Bahrain
- Malaysia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Langkah Serena Williams Terhenti di Turnamen Queen’s, Mundur karena Cedera Pasangan Ganda
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
-
Alasan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Enggan Dijuluki Sebagai Ganda Putra Mini Minions
-
Napak Tilas Sejarah Bogor dengan Sepeda Massal
-
Polisi Pantau 30 Akun Medsos Diduga Terkait Kelompok Gangster
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.