NTB Raup Ratusan Miliar dari Lonjakan Penjualan Hewan Kurban

Selasa, 28 Apr 2026, 21:35 WIB

MATARAM – Perputaran uang dari penjualan hewan kurban mencerminkan aktivitas ekonomi musiman yang signifikan, terutama menjelang Idul Adha.

Permintaan yang meningkat tajam mendorong kenaikan transaksi di sektor peternakan, perdagangan, hingga logistik, sehingga menciptakan efek pengganda bagi ekonomi lokal.

Ket. Foto: Supir truk pengangkut hewan kurban beraktivitas sembari menunggu antrean masuk kapal di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/4/2026). — Sumber: ANTARA/ Sugiharto Purnama

Peternak, pedagang pakan, transportasi, hingga jasa pemotongan turut merasakan dampak langsung dari lonjakan aktivitas ini.

Namun, dinamika tersebut juga dipengaruhi oleh faktor daya beli masyarakat, ketersediaan pasokan, serta stabilitas harga pakan dan distribusi.

Jika pasokan terbatas atau biaya produksi meningkat, harga hewan kurban cenderung naik dan berpotensi menahan volume transaksi.

Karena itu, pengelolaan rantai pasok yang efisien menjadi kunci agar momentum perputaran uang ini tidak hanya bersifat musiman, tetapi juga mampu memperkuat kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.

Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Dompu Indonesia (APPSBDI) menyebut perputaran uang dari penjualan hewan kurban asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai ratusan miliar setiap tahun dengan konsentrasi pengiriman terbesar sapi ke pasar utama Jabodetabek.

"Rata-rata 20.000 ekor sapi dikirim setiap tahun," kata Ketua APPSBDI Furqan Sangiang di Mataram, Senin (27/4).

Furqan mengatakan harga sapi paling rendah Rp15 juta per ekor, bahkan bisa mencapai Rp50 juta per ekor. Dari jumlah 20.000 ekor sapi yang didistribusikan setiap musim Idul Adha tersebut menciptakan perputaran uang sekitar Rp500 sampai Rp600 miliar.

Menurutnya, industri peternakan sapi kurban turut menyumbang pendapatan bagi daerah melalui retribusi yang dibayarkan para peternak dengan nominal Rp62.000 untuk setiap satu ekor sapi.

"Usaha sapi memberikan sumbangsih bagi peternak untuk membiayai sekolah anak dan menggerakkan roda ekonomi," ucap Furqan.

Berdasarkan data Balai Karantina NTB, distribusi sapi asal Nusa Tenggara Barat sejak Januari hingga 27 April 2026 didominasi pengiriman ke Jabodetabek yang mencapai 25.974 ekor dengan frekuensi 1.046 kali pengiriman.

Sedangkan, distribusi sapi ke luar Jabodetabek tercatat 3.257 ekor dan ke wilayah Lombok hanya sebanyak 3.020 ekor yang mengindikasikan konsentrasi distribusi hewan ternak asal NTB paling banyak mengarah ke Pulau Jawa.

Sektor peternakan telah mengurangi tekanan terhadap lingkungan karena masyarakat yang sebelumnya bergantung terhadap aktivitas perambahan hutan untuk perkebunan jagung mulai beralih ke usaha budidaya sapi sebagai sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

APPSBDI menilai dukungan terhadap lapangan usaha peternakan masih belum optimal meski nilai ekonomi yang diberikan terbilang besar. Berbagai tantangan masih dihadapi peternak mulai dari keterbatasan transportasi, biaya logistik mahal, hingga ketidakpastian pasar.

"Hampir 127 titik kandang masyarakat Bima-Dompu di Jabodetabek. Tenda-tenda dibangun di pinggir jalan menanti para pembeli insidentil dan langganan," pungkas Fuqan.

  • NTB
  • hewan kurban

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.