Intervensi Disiapkan, Beban Utang Whoosh Mulai Ditata Ulang
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Intervensi menjadi krusial dalam menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek karena tanpa dorongan kebijakan atau fasilitasi yang kuat, negosiasi antara kreditur dan debitur cenderung berlarut dan berisiko menurunkan nilai proyek.
Ketidakpastian yang berkepanjangan tidak hanya menghambat arus kas dan kelanjutan pembangunan, tetapi juga meningkatkan risiko gagal bayar yang dapat menular ke sektor keuangan.
Melalui intervensi yang terukur—baik berupa mediasi, penyesuaian skema pembayaran, hingga insentif fiskal atau regulasi—pemerintah dapat mempercepat tercapainya kesepakatan yang lebih berkelanjutan.
Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan proyek, meminimalkan kerugian para pihak, serta mengembalikan kepercayaan investor. Tanpa intervensi, restrukturisasi berpotensi mandek dan justru memperbesar beban ekonomi dalam jangka panjang.
Pemerintah menyiapkan langkah intervensi untuk menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4), menjelaskan penyelesaian masalah finansial proyek Whoosh perlu fokus pada keberlanjutan operasional kereta cepat ini ke depannya.
Pasalnya, operasional Whoosh sejauh ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
Maka, kata dia, beban utang Whoosh tidak bisa dibebankan hanya kepada operator.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya," kata Dony.
Dia menggarisbawahi intervensi pemerintah dalam proyek ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap penggunaan transportasi umum.
Adapun terkait bentuk intervensi yang disiapkan, Dony menyebut rinciannya akan disampaikan usai pihaknya merampungkan koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan keputusan restrukturisasi secara administratif sudah diputuskan, hanya tinggal menunggu momentum pengumuman.
"Sudah diputuskan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nanti diperiksa secara resminya dan dia yang mengumumkan," tuturnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengungkapkan restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!