Update Pembangunan Alun-Alun Kota Kediri 2026: Terkendala Selisih Pembayaran Proyek

Minggu, 26 Apr 2026, 20:45 WIB

KEDIRI - Pembangunan Alun-Alun Kota Kediri yang hingga kini belum tuntas memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para tokoh agama. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo, KH Anwar Iskandar atau yang akrab disapa Gus War, mendesak Pemerintah Kota Kediri dan pihak rekanan untuk segera menyelesaikan sengketa proyek tersebut.

Menurut Gus War, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan etalase kota sekaligus jantung ekonomi bagi para pelaku UMKM yang kini kehilangan mata pencaharian akibat proyek yang terbengkalai. Ia menekankan agar penyelesaian masalah tidak hanya terpaku pada perhitungan material, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan sosial bagi warga Kediri.

Ket. Foto: Sejumlah pejabat Pemkot Kediri saat bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo Kota Kediri K.H. Anwar Iskandar (kiri) di Kediri, Jawa Timur, Minggu (26/4). — Sumber: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri

"Dulu sebelum dibangun itu kan tempat masyarakat berjualan mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, setelah dibangun masyarakat berhenti. Setelah selesai akan memberi kesempatan kepada masyarakat yang sempat terhenti usahanya," katanya di Kediri, Minggu.

ia mengatakan alun-alun terkait erat dengan masyarakat termasuk pelaku UMKM, untuk menjalankan kehidupan jualannya sehari-hari aktif lagi. Hal tersebut juga tidak terlepas dari aspek sosial dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat.

Selain itu alun-alun merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Kediri. Saat ini, pembangunan alun-alun yang belum tuntas tersebut membuat kawasan tersebut tampak kumuh.

Menurutnya dengan penuntasan pembangunan alun-alun tersebut adalah yang paling utama agar tidak tampak kumuh. Kebersihan serta kerapian RTH Alun-Alun Kediri dinilai dapat menjadi cerminan warga Kota Kediri yang bersih, tertib, dan tertata.

Selain alasan itu, RTH juga merupakan wadah rekreasi bagi masyarakat sekitar, baik untuk berolahraga santai maupun sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Menurut Gus War, sapaan akrabnya, apabila proyek segera diselesaikan dan dibangun dengan baik tentu dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Kediri.

"Pertama, akan kelihatan wajah dan etalase Kota Kediri yang rapi, bersih, dan baik. Kedua, bisa menghidupkan UMKM. Ketiga, bisa menjadi tempat rekreasi kecil bermain keluarga," kata dia.

Dirinya menambahkan apabila kondisi seperti saat ini terus berlanjut maka akan mengurangi nilai bahwa masyarakat Kota Kediri seakan-akan tidak peduli dengan kebersihan dan ketertiban.

Gus War juga berharap kepada semua pihak, baik Pemerintah Kota Kediri maupun pihak rekanan agar aspek-aspek yang lain bisa diselesaikan dengan baik secara legowo.

"Jangan semuanya hanya dihitung berdasarkan angka-angka yang bersifat material tapi aspek-aspek sosial, aspek-aspek yang bersifat humanity juga perlu untuk diperhatikan. semoga bisa segera clear dan terwujud secepatnya," kata dia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri Rony Yusianto mengatakan Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk melanjurkan pembangunan alun-alun di kota ini sebagai ruang terbuka hijau untuk masyarakat.

Untuk saat ini, kelanjutan pembangunan masih terkendala karena belum tercapai kesepakatan bersama terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Agung dengan pihak kontraktor.

Perbedaan masih terjadi pada nilai pembayaran progres pekerjaan. Berdasarkan hasil asesmen teknis Tim Ahli UPN dan review BPKP, nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp6,6 miliar. Sementara dari pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp16,2 miliar.

Selisih pengajuan pembayaran nilai proyek dan hasil audit inilah yang membuat pembayaran oleh pemkot belum bisa dilakukan.

Tim dari Dinas PUPR Kota Kediri sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar proses administrasi penyelesaian pembangunan RTH Alun-alun bisa segera tuntas.

  • alun-alun kota kediri
  • pembangunan kediri
  • umkm kediri

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.