Jelang Idul Adha, Distan OKU Perketat Lalu Lintas Hewan Kurban

Minggu, 26 Apr 2026, 22:10 WIB

OGAN KOMERING ULU – Mengintensifkan pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan hewan, stabilitas pasokan, dan perlindungan konsumen.

Mobilitas ternak yang meningkat lintas daerah berpotensi mempercepat penyebaran penyakit hewan menular, sehingga pengawasan dokumen kesehatan, pemeriksaan fisik, serta kontrol di titik distribusi menjadi sangat penting.

Ket. Foto: Tim dokter hewan Dinas Pertanian OKU memeriksa kesehatan daging sapi potong di Pasar Induk Baturaja. — Sumber: ANTARA/ Edo Purmana

Di sisi lain, pengawasan yang ketat juga berperan dalam memastikan kualitas hewan kurban sesuai syariat dan standar kesehatan, sekaligus mencegah praktik perdagangan ilegal atau distribusi yang tidak terkontrol.

Namun, efektivitasnya bergantung pada koordinasi antarinstansi, kesiapan infrastruktur pemeriksaan, serta kepatuhan pelaku usaha.

Karena itu, pendekatan terpadu dengan dukungan digitalisasi pelacakan dan edukasi kepada peternak serta pedagang menjadi kunci agar distribusi hewan kurban tetap aman, lancar, dan terpercaya.

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengintensifkan pengawasan lalu lintas (lalin) hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk mencegah penyebaran penyakit hewan dan menjaga keamanan pangan nasional.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten OKU Ermuni Saurimin di Baturaja, Minggu (26/4), mengatakan bahwa pengawasan dilakukan di seluruh peternakan dan lapak pedagang yang menjual hewan kurban di wilayah setempat.

Distan Kabupaten OKU membentuk tim untuk mengawasi hewan kurban yang diperjualbelikan pedagang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

"Tim pengawas dari Dinas Pertanian OKU ini dibentuk untuk memastikan hewan ternak sapi ataupun domba yang dijual pedagang bebas dari penyakit," katanya.

Ia menjelaskan pengawasan mencakup pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen, serta disinfeksi alat angkut untuk mencegah penyebaran hama penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks dan brucellosis.

Dalam pengawasan tersebut melibatkan tenaga dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban bebas dari berbagai penyakit sebelum disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

"Petugas disiagakan selama 24 jam setiap hari di seluruh unit pelaksana teknis (UPT), khususnya di pintu masuk dan keluar antar wilayah," tegasnya.

Bahkan, pengawasan juga difokuskan di pasar-pasar daging sapi potong di Kota Baturaja untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan ternak dari luar daerah.

"Sejauh ini di OKU belum ditemukan adanya kasus penyakit hewan seperti PMK. Meskipun demikian upaya antisipasi perlu dilakukan sedini mungkin," tegasnya.

  • idul adha
  • hewan kurban

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.