Raja Charles Kunjungi AS Pekan Depan di Tengah Memburuknya Hubungan Politik di Bawah Pemerintahan Trump

Jumat, 24 Apr 2026, 10:23 WIB

LONDON - Raja Charles III akan ke Amerika Serikat pada hari Senin (27/4), di tengah ketegangan transatlantik terkait perang Iran dan bayang-bayang skandal Epstein yang mengancam akan mengganggu kunjungan bersejarah tersebut.

Baik Istana Buckingham maupun pemerintah Inggris mengatakan bahwa perjalanan empat hari ini akan menghormati hubungan bersejarah antara kedua negara bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump terlihat berjalan berdampingan dengan Raja Charles di Istana Buckingham selama kunjungan kenegaraan ke Inggris pada tahun 2019. — Sumber: AFP

Kunjungan kenegaraan pertama Charles ke AS sebagai seorang raja dilakukan atas permintaan pemerintah Inggris dan Presiden Donald Trump, dan akan dilakukan bersama Ratu Camilla, menurut pihak istana.

Namun, karena perang yang dilancarkan pemimpin Amerika terhadap Iran menciptakan jurang pemisah antara London dan Washington, hal ini menimbulkan kontroversi yang cukup besar. 

Trump berulang kali mengecam Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas penentangannya terhadap perang, serta kebijakan imigrasi dan energi pemerintahannya.

"Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi," gerutu Trump pada bulan Maret. Ia mengatakan bahwa apa yang disebut hubungan khusus itu "tidak seperti dulu lagi". Pemimpin Amerika itu juga mengejek kondisi angkatan bersenjata Inggris—yang mana raja adalah panglima tertingginya.

Sebagai balasannya, Starmer meningkatkan kritik publiknya terhadap perang, sambil menekankan luas dan dalamnya hubungan Inggris-AS dalam membela kunjungan kenegaraan tersebut. Sebuah jajak pendapat YouGov pada awal April menunjukkan 48 persen warga Inggris mendukung pembatalan kunjungan.

"Seringkali apa yang mampu dilakukan monarki, melalui ikatan yang mereka bangun, adalah menjangkau lintas dekade dalam situasi seperti ini," kata Starmer kepada anggota parlemen ketika ditanya mengapa perjalanan itu tetap dilanjutkan.

Trump -- seorang pengagum vokal keluarga kerajaan yang ibunya berasal dari Skotlandia -- mengatakan kepada BBC pada hari Kamis bahwa kunjungan itu "pasti" dapat membantu memperbaiki hubungan, memuji raja sebagai sosok yang "fantastis".

Politik

Charles (77) menunjukkan kemampuan diplomatiknya selama kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris September lalu. Pakar monarki dari Royal Holloway University of London, Craig Prescott, mencatat bahwa ia "pada umumnya sangat baik" dalam menghadapi kesempatan seperti itu. 

Prescott mengatakan peringatan hari kemerdekaan memberikan "alasan" yang berguna bagi pihak Inggris untuk berargumen bahwa perjalanan ini "bukan tentang Keir Starmer dan Donald Trump, secara khusus".

Namun ia mengakui bahwa pidatonya "sedikit lebih dekat dengan politik" daripada biasanya dan Charles kemungkinan akan membahas "masalah besar yang selama ini diabaikan" secara tersirat dalam pidatonya pada hari Selasa di Kongres AS.

Sebagai raja Inggris pertama yang berpidato di Kongres sejak ibunya, mendiang Ratu Elizabeth II, pada tahun 1991, ia akan menandai sejarah bersama dan ikatan mendalam kedua negara, demikian pernyataan istana.

"Dia mungkin akan menyinggung bagaimana hubungan istimewa itu mungkin mengalami pasang surut dari waktu ke waktu," prediksi Prescott. Ia  berpendapat Charles telah terbukti sebagai "pembicara yang lebih baik" daripada ibunya. 

Namun Graham Smith, dari kelompok kampanye anti-monarki Republic, berpendapat bahwa raja akan "menjalani ritual tanpa menawarkan sesuatu yang berarti". 

Satu-satunya hal penting "tentang perjalanan yang tidak ada gunanya ini adalah bagaimana Trump bersikap," katanya di X. 

Sementara itu, skandal seputar mendiang pelaku kejahatan seksual AS, Jeffrey Epstein, mengancam akan mengganggu tur yang telah direncanakan dengan sangat matang tersebut.

Charles menghadapi krisis besar terkait persahabatan adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, dengan Epstein yang meninggal di penjara pada tahun 2019.

Kontroversi yang telah berlangsung lama semakin intensif setelah Andrew ditangkap pada pertengahan Februari menyusul terungkapnya hubungan mereka.

Raja, yang mencabut gelar saudaranya yang tercela pada bulan Oktober, mengatakan "hukum harus ditegakkan" dalam pernyataan pribadi yang jarang dilakukannya.

Andrew, yang masih dalam penyelidikan polisi, belum didakwa dan telah membantah melakukan kesalahan apa pun.

Beberapa anggota parlemen AS telah berupaya, namun gagal, untuk mendesak mantan pangeran tersebut agar memberikan kesaksian di hadapan Kongres mengenai Epstein.

Pada bulan Maret, Ro Khanna, seorang Demokrat, menulis surat kepada Charles pada bulan Maret, meminta raja untuk bertemu dengan para korban secara pribadi, sementara keluarga mendiang Virginia Giuffre, salah satu penuduh Epstein, mengajukan permintaan serupa.

Sumber-sumber istana mengatakan kepada media Inggris bahwa pertemuan "tidak akan mungkin terjadi", dengan alasan hal itu dapat "berdampak pada penyelidikan (polisi), atau jalannya hukum yang semestinya".

Khanna mengatakan kepada The Times bulan ini bahwa menolak tawaran tersebut akan membuat Charles terlihat "ketinggalan zaman" dan "mengurangi kredibilitas monarki bagi generasi mendatang".

Namun, ia menambahkan bahwa mengakui para penyintas dan perjuangan mereka untuk keadilan dalam pidatonya di Kongres "akan sangat membantu".

Kunjungan tersebut, yang akan mempertemukan keluarga kerajaan dengan Trump dan Ibu Negara Melania dalam jamuan minum teh serta menghadiri jamuan makan malam kenegaraan, tampaknya direncanakan dengan cermat untuk menghindari momen-momen yang tidak terduga.

Hanya fotografer yang akan mengabadikan pertemuan di Ruang Oval pada hari Selasa antara Trump dan Charles, sehingga membatasi kemungkinan raja untuk dikejutkan oleh pemimpin AS dan wartawan yang tak terduga. 

Charles dan Camilla akan mengunjungi New York pada hari Rabu, mengunjungi monumen peringatan 9/11, sebelum berangkat pada hari Kamis ke Bermuda untuk kunjungan pertamanya ke wilayah seberang laut Inggris sebagai seorang raja.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.