Kabar Gembira! Harga Pupuk Subsidi di Kediri Anjlok, Cek Rincian Harga Terbarunya di Sini
Jumat, 24 Apr 2026, 02:05 WIBKEDIRI -Â Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman dan lancar guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan di sejumlah kios resmi, stok pupuk tercatat mencukupi kebutuhan petani dengan harga jual yang telah disesuaikan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, menegaskan bahwa meski terjadi penurunan alokasi kuota secara total di tahun 2026, hal ini diimbangi dengan penurunan harga jual eceran pada berbagai jenis pupuk, mulai dari Urea, NPK, hingga pupuk organik, guna meringankan beban operasional para petani.
âAda dua kios yang kami kunjungi, kami pastikan stok selalu ada, distribusi lancar. Sampai saat ini juga tidak ada keluhan yang signifikan dari petani terkait akses maupun ketersediaan barang,â katanya.
Ridwan mengungkapkan di tahun 2026, alokasi kuota pupuk bersubsidi di Kota Kediri mengalami penurunan dibanding sebelumnya, yakni dari 2.712 ton menjadi 1.983 ton.
Ia mengatakan menjelaskan penurunan kuota ini diikuti dengan penurunan harga pupuk bersubsidi.
Untuk penurunan harga tersebut berlaku mulai tanggal 22 Oktober 2025, dengan rincian harga pupuk urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800/kg.
Jenis pupuk NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg, jenis pupuk NPK Kakao dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg, jenis pupuk ZA dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg dan jenis pupuk organik dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg.
Pihaknya juga mendorong kepada petani untuk memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan pupuk kimia.
Pemkot juga mengimbau petani untuk lebih cermat dalam mengelola kadar keasaman lahan agar penyerapan pupuk lebih maksimal dan efisien.
âMenyikapi penurunan alokasi pupuk bersubsidi, kami selaku KP3 mendorong para petani di Kota Kediri memanfaatkan sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia," kata dia.
Ridwan menjelaskan terkait alur distribusi pupuk bersubsidi, yakni petani melalui kelompok tani (Poktan) mengusulkan pupuk bersubsidi. Selanjutnya, dirangkum melalui sistem aplikasi Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diusulkan ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Petani yang sudah terdaftar dapat langsung melakukan pembelian di kios resmi selama kuota mereka masih tersedia.
âUntuk memudahkan petani mengakses pupuk bersubsidi berdasarkan kebijakan terbaru, pemerintah memberi keleluasaan kepada petani untuk membeli pupuk subsidi langsung ke kios resmi tanpa melalui kelompok tani,â kata Ridwan.
Ia menambahkan untuk memberikan rasa aman dan ketenangan kepada para petani, kegiatan pemantauan pupuk bersubsidi akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali atau sewaktu-waktu jika ada hal bersifat khusus. Adanya ketersediaan stok pupuk juga mendukung tercapainya swasembada pangan.
Pemerintah Kota Kediri, kata dia, akan menjamin distribusi pupuk bersubsidi tetap lancar dan siap menindaklanjuti jika ada laporan kendala di lapangan.
Pihaknya juga mengimbau petani untuk tetap tenang dan bijak dengan adanya prediksi akan terjadi fenomena El Nino yang melanda Indonesia pertengahan tahun nanti.
"Kami berharap para petani tetap tenang dan tetap bertani secara bijak. Kami siap menampung dan menindaklanjuti jika ada kendala di lapangan. Fokus kami adalah memastikan petani bisa berproduksi dengan tenang tanpa kendala sarana prasarana," kata Ridwan.
- harga pupuk urea
- pupuk bersubsidi kediri
- disperdagin kota kediri
- het pupuk 2026
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.