Gelar Gerakan One Man, One Tree” PTPN Targetkan Ribuan Pohon Tertanam
Jumat, 24 Apr 2026, 15:17 WIBJAKARTA â Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 dimanfaatkan PTPN Group untuk menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui gerakan penghijauan bertajuk âOne Man, One Treeâ. Mengusung semangat tema global tahun ini, Our Power, Our Planet, program tersebut mengajak seluruh insan perusahaan menanam minimal satu pohon di sekitar wilayah operasional masing-masing.
Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab ekologis. Sebagai BUMN yang bergerak di sektor perkebunan, PTPN Group menilai keberlangsungan usaha sangat erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan, kualitas tanah, ketersediaan air, dan kelestarian ekosistem.
Melalui program âOne Man, One Treeâ, perusahaan ingin membangun budaya kolektif bahwa setiap individu di lingkungan kerja memiliki peran nyata dalam menjaga bumi. Dengan melibatkan ribuan karyawan di berbagai daerah, PTPN Group berharap gerakan ini memberi dampak signifikan, baik secara ekologis maupun sosial.
Bagian dari Strategi PTPN Hijau
Gerakan penghijauan tersebut menjadi implementasi nyata dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dikenal sebagai PTPN Hijau. Pilar ini difokuskan pada upaya konservasi sumber daya alam, rehabilitasi lingkungan, pengurangan dampak perubahan iklim, serta pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan perkebunan dan sekitarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan menjadi perhatian utama sektor perkebunan global. Perusahaan-perusahaan besar dituntut tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan memperhatikan dampak sosial dari operasional bisnis.
PTPN Group memandang transformasi menuju bisnis hijau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Karena itu, aksi penanaman pohon menjadi bagian penting dari agenda perusahaan dalam menciptakan model bisnis perkebunan modern yang lebih bertanggung jawab.
Dukung Sertifikasi ISPO dan RSPO
Program penanaman pohon juga diarahkan untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), yang merupakan salah satu elemen penting dalam tata kelola lingkungan sektor perkebunan.
Langkah ini sekaligus mendukung pemenuhan kewajiban sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kedua sertifikasi tersebut menjadi indikator penting bahwa pengelolaan perkebunan, khususnya kelapa sawit, dilakukan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Dengan memenuhi standar tersebut, PTPN Group tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan di pasar domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar internasional yang kini semakin sensitif terhadap isu lingkungan.
Lebih dari 142 Ribu Pohon Tertanam
Program penghijauan yang dilaksanakan bersama Sub Holding PTPN I, PTPN IV, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 2026, sedikitnya 142.400 pohon telah berhasil ditanam sejak program dimulai pada 2024.
Jumlah tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutan secara nyata dan terukur. Penanaman dilakukan di berbagai daerah operasional PTPN Group yang tersebar di Indonesia, mulai dari kawasan perkebunan sawit, tebu, teh, kopi, hingga wilayah penyangga ekosistem.
Lebih dari sekadar target angka, keberhasilan program juga diukur dari tingkat kelangsungan hidup tanaman, dampaknya terhadap pemulihan lahan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Libatkan Pemerintah, Mahasiswa, dan Warga
Salah satu kekuatan utama program ini adalah pendekatan kolaboratif. PTPN Group melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar area operasional.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat juga menciptakan rasa memiliki terhadap pohon yang ditanam sehingga perawatan pascatanam dapat berjalan lebih baik.
Selain penanaman, kegiatan di sejumlah wilayah juga diiringi edukasi mengenai pentingnya penghijauan, konservasi air, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan tanaman produktif untuk peningkatan ekonomi keluarga.
Tanaman Disesuaikan dengan Kondisi Daerah
Untuk memastikan manfaat maksimal, jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kebutuhan ekologis serta potensi sosial ekonomi di masing-masing wilayah.
Pada kategori konservasi, tanaman yang dipilih antara lain pinus, damar, mahoni, cendana, bayur, jamblang, kiara payung, cemara, dan ketapang. Jenis-jenis ini dikenal memiliki fungsi penting dalam menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, menahan erosi, serta memperbaiki kualitas udara.
Sementara itu, tanaman produktif yang ditanam meliputi alpukat, nangka, durian, jambu, dan aren. Selain berfungsi menghijaukan kawasan, tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Pendekatan kombinasi antara tanaman konservasi dan produktif menunjukkan bahwa penghijauan tidak harus bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat. Justru, lingkungan yang terjaga dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola secara berkelanjutan.
Fokus di DAS dan Lahan Kritis
Lokasi penanaman diprioritaskan pada kawasan yang memiliki nilai strategis terhadap lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Daerah Aliran Sungai (DAS), lahan kritis, area resapan air, serta ruang publik yang membutuhkan tambahan ruang hijau.
Rehabilitasi DAS menjadi penting karena kawasan ini berperan besar dalam menjaga ketersediaan air, mencegah banjir, serta menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Sementara penghijauan lahan kritis diharapkan mampu memulihkan kesuburan tanah dan mencegah degradasi lahan lebih lanjut.
Di kawasan publik, penanaman pohon juga memberi manfaat langsung berupa peningkatan kualitas udara, penurunan suhu lingkungan, dan terciptanya ruang terbuka hijau yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Bisnis dan Lingkungan Harus Sejalan
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa program penanaman pohon merupakan bagian integral dari seluruh proses bisnis PTPN Group.
Menurutnya, perusahaan tidak lagi melihat isu lingkungan sebagai kewajiban tambahan, melainkan unsur utama dalam keberlangsungan usaha jangka panjang.
âPertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam. Oleh karena itu, setiap langkah perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kinerja usaha, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem, serta peningkatan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,â ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (24/4).
Pernyataan tersebut mencerminkan arah transformasi BUMN perkebunan menuju model bisnis yang lebih modern, adaptif, dan bertanggung jawab terhadap tantangan zaman.
Menanam Hari Ini untuk Masa Depan
Melalui gerakan âOne Man, One Treeâ, PTPN Group ingin menanam lebih dari sekadar pohon. Program ini membawa pesan bahwa setiap tindakan kecil, jika dilakukan bersama-sama, dapat menciptakan perubahan besar bagi lingkungan.
Di tengah ancaman perubahan iklim, krisis air, dan berkurangnya tutupan hijau, langkah kolektif seperti ini menjadi penting. Penanaman pohon hari ini bukan hanya untuk memperindah lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi mendatang.
Dengan komitmen yang terus diperkuat dari tahun ke tahun, PTPN Group berupaya menunjukkan bahwa sektor perkebunan nasional mampu tumbuh sekaligus menjaga bumi tetap lestari.
- Lingkungan Hidup
- Penanaman Pohon
- Penghijauan
- Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)
- PTPN Group
- hari bumi 2026
- One Man One Tree
- PTPN Hijau
- bisnis hijau
- rehabilitasi DAS
- perkebunan Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Hari Bumi 2026: Telkomsel Ajak Masyarakat Ambil Aksi Nyata Jaga Lingkungan.
-
Mengajarkan Puasa pada Anak dengan Pendekatan yang Mengutamakan Kepentingan Terbaik
-
Agar Semua Bisa Berkumpul dengan Keluarga, Kakorlantas Polri Prioritaskan Keselamatan Mudik
-
Update Jalur Puncak: Jadwal One Way Jakarta dan Data Volume Kendaraan
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Penanaman pohon di kawasan Puncak Bogor
-
Seru-seruan Hari Bumi di HBKB Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.