- Home
-
- Luar Negeri
-
- Selat Malaka Harus Tetap B...
Selat Malaka Harus Tetap Bebas, Singapura Tolak Usulan Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026, 15:33 WIBMOSKOW - Negara-negara Asia yang terletak di sepanjang Selat Malaka, memiliki kepentingan strategis untuk menjaga jalur perairan strategis itu tetap terbuka, kata Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Rabu (22/4).
âHak untuk melintas dijamin untuk semua negara. Kami tidak akan ikut serta dalam upaya apa pun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan bea masuk di wilayah sekitar kami," kata Balakrishnan kepada CNBC.
Singapura berbatasan langsung dengan Selat Malaka bersama Malaysia dan Indonesia. Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute perdagangan global paling penting, dengan lebar tersempit sekitar dua mil laut, sehingga menjadi titik krusial bagi distribusi energi di Asia Timur, termasuk untuk ekspor menuju China.
Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta memiliki peran strategis yang kerap disandingkan dengan Terusan Suez dan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan kemungkinan pengenaan tarif bagi kapal yang melintas di selat tersebut. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA
- Selat Malaka
- menkeu purbaya
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Jangan Dimatikan, Lahan Pertanian dan Perkebunan yang Produktif Harus Dibela
-
Dinsos Lebak Operasikan Sekolah Rakyat Juli 2026 di Gedung Baru
-
Satelit Sains NASA Jatuh Kembali ke Bumi
-
KKP: Produksi Tambak Udang Kebumen Melonjak Jadi 358,97 Ton
-
Pemerintah: Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tak Otomatis Kehilangan Bansos
-
KPK Umumkan Laporan Kekayaan Presiden Prabowo Tahun 2025 Capai Rp2,066 Triliun
-
The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb Hubungkan 4 Kota, Dorong Ekonomi dan Sport Tourism Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.