KKP: Produksi Tambak Udang Kebumen Melonjak Jadi 358,97 Ton
Selasa, 24 Feb 2026, 11:45 WIBJAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat lonjakan produksi modeling tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menjadi 358,97 ton pada 2025 dengan memasuki siklus budi daya ketujuh pada awal 2026.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan peningkatan produksi tersebut menunjukkan efektivitas sistem budi daya berbasis kawasan yang diterapkan pemerintah.
"Transisi pengelolaan berjalan baik dan tidak menghentikan aktivitas produksi. Justru, saat ini operasional tambak terus diperkuat agar semakin optimal," kata Haeru dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Data KKP menunjukkan produksi BUBK Kebumen pada 2023 tercatat sebesar 200,19 ton dan pada 2024 sebesar 193,29 ton.
Pada 2025, produksi melonjak signifikan menjadi 358,97 ton.
Memasuki Februari 2026, KKP melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah, kembali melakukan penebaran benur udang vaname yang menandai dimulainya siklus budi daya ketujuh.
Haeru menjelaskan pengelolaan BUBK Kebumen dialihkan dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jabar, kepada BBPBAP Jepara untuk menjaga efisiensi dan kesinambungan produksi.
Perubahan pengelola tersebut dilakukan setelah BLUPPB Karawang mendapat tambahan tugas mengelola modeling budi daya ikan nila salin yang luasnya bertambah dari 84 hektare menjadi 314 hektare sejak Agustus 2025.
Selain peningkatan produksi, Haeru menegaskan udang yang dihasilkan BUBK Kebumen bebas residu antibiotik karena seluruh proses budi daya menerapkan prinsip cara budi daya ikan yang baik (CBIB) secara ketat.
"Dengan penerapan CBIB sesuai standar, kami optimistis produksi dan produktivitas BUBK Kebumen akan terus meningkat dari waktu ke waktu hingga mencapai produksi optimal," ujarnya.
Kawasan BUBK Kebumen mengelola lahan tambak seluas sekitar 65 hektare, dengan 23,5 hektare merupakan lahan produksi aktif yang terbagi dalam 16 klaster.
Dari sisi ekonomi, operasional BUBK Kebumen turut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kebumen melalui pembayaran retribusi tempat pelelangan ikan (TPI) perikanan budi daya.
Pada 2024, kontribusi PAD tercatat sebesar Rp259 juta dan meningkat menjadi Rp489 juta pada 2025.
Menurut KKP, BUBK Kebumen telah menyerap 142 tenaga kerja tetap lokal dari desa sekitar serta lebih dari 100 tenaga harian lepas, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pendukung seperti warung sembako, toko sarana prasarana tambak, rumah makan, dan peningkatan okupansi penginapan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyatakan pembangunan modeling BUBK Kebumen merupakan bagian dari implementasi program ekonomi biru KKP sebagai percontohan budi daya udang yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.