PVMBG: Aktivitas Gunung Slamet Meningkat

Kamis, 23 Apr 2026, 19:25 WIB

PURWOKERTO - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Hal ini perlu diwaspadai bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, mengatakan gunung api tersebut berada di wilayah lima kabupaten. Yakni, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Ket. Foto: — Sumber: PVMBG

Demikian disampaikan Priatin di sela kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Api Slamet yang digelar di Purwokerto, Kamis (23/4).

Menurut dia, hasil pemantauan ini disampaikan kepada para pemangku kepentingan agar kesiapsiagaan dapat dilakukan secara bersama.

Menurut Priatin, sosialisasi menjadi langkah penting untuk menyampaikan perkembangan aktivitas gunung api kepada pemerintah daerah, BPBD serta tokoh masyarakat agar respons yang dilakukan lebih terarah.

Ia menjelaskan, terdapat dua indikator utama yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet yakni, kenaikan suhu kawah dan aktivitas kegempaan vulkanik.

Berdasarkan citra termal tim PVMBG, suhu kawah Gunung Slamet mengalami kenaikan signifikan. Sebelum Maret 2026 suhu berada di kisaran 280 derajat Celcius, kemudian meningkat menjadi 418 derajat Celcius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celcius.

Selain itu, data kegempaan menunjukkan peningkatan gempa berfrekuensi rendah (low frequency). Hal ini mengindikasikan pergerakan magma dari bagian dalam menuju kedalaman yang lebih dangkal.

“Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api. Sehingga perlu kewaspadaan bersama,” ujar Priatin.

Dalam pemantauan, PVMBG mengombinasikan metode visual dan instrumental seperti kamera pemantau (CCTV), seismograf, tiltmeter serta Electronic Distance Measurement (EDM) untuk memantau deformasi tubuh gunung.

Saat ini status Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada. Namun, PVMBG menegaskan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu jika aktivitas terus meningkat.

“Jika memungkinkan terjadi kenaikan aktivitas dan direkomendasikan oleh tim ahli kami. Maka, evaluasi hingga peningkatan status harus segera dilakukan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut sosialisasi tersebut menjadi dasar penting bagi daerah dalam memperkuat mitigasi.

Ia menekankan pentingnya peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Slamet. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.