Pemkot Cirebon Jajal Drone, Efisiensi Semprot Pestisida Masuk Era Baru

Kamis, 23 Apr 2026, 19:20 WIB

CIREBON – Penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida menandai percepatan adopsi teknologi dalam sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan presisi.

Dengan kemampuan menjangkau area luas dalam waktu singkat serta mengatur dosis secara lebih akurat, drone dapat menekan pemborosan bahan kimia sekaligus mengurangi paparan langsung petani terhadap zat berbahaya.

Ket. Foto: Petugas DKP3 saat melaksanakan uji coba drone untuk menyemprotkan pestisida nabati di lahan sawah di Kota Cirebon, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ HO-DKP3 Kota Cirebon.

Namun, efektivitas teknologi ini bergantung pada kesiapan infrastruktur, keterampilan operator, serta regulasi yang jelas terkait penggunaan udara rendah. Selain itu, biaya investasi awal yang relatif tinggi masih menjadi kendala bagi petani kecil.

Karena itu, dukungan pembiayaan, pelatihan, dan skema kemitraan menjadi kunci agar pemanfaatan drone tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong transformasi pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) setempat melakukan uji coba penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida nabati di lahan sawah guna meningkatkan efisiensi kerja petani.

Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis (23/4), mengatakan uji coba tersebut merupakan pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit drone dari Kementerian Pertanian.

“Bantuan dari Kementerian Pertanian, Kota Cirebon mendapat satu drone yang digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian agar lebih efektif dan efisien,” katanya.

Menurut dia, penggunaan drone dinilai mampu mempercepat proses penyemprotan dibandingkan metode manual yang selama ini dilakukan petani menggunakan alat semprot tangan.

Ia menjelaskan satu unit drone dapat digunakan untuk menyemprot lahan seluas sekitar 7-8 hektare, dalam satu kawasan dengan hanya dikendalikan oleh satu operator.

“Kalau pakai drone, satu orang yang mengendalikan bisa menyelesaikan penyemprotan sampai 7 sampai 8 hektare dalam satu kawasan,” ujarnya.

Uji coba penggunaan drone tersebut, kata dia, telah dilakukan pada Selasa (21/4) di salah satu lahan sawah yang dikelola kelompok tani di Kota Cirebon.

Ia menyebut respons petani terhadap penggunaan teknologi tersebut cukup positif, karena dinilai memudahkan pekerjaan dan mengurangi beban tenaga kerja.

“Petani senang karena tidak perlu turun langsung ke sawah untuk menyemprot, cukup dari atas menggunakan drone,” katanya.

Dalam uji coba pertama, lanjut Elmi, penyemprotan dilakukan menggunakan pestisida nabati yang bersifat organik sehingga aman untuk lingkungan.

Ia menuturkan pestisida yang digunakan merupakan produk yang sudah tersedia di pasaran dalam bentuk kemasan siap pakai, yang kemudian dicampur dengan air sebelum digunakan.

Ia menambahkan, drone tersebut dikelola oleh Brigade Alsintan DKP3 dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok tani di Kota Cirebon.

Untuk penggunaan, petani dapat mengajukan permohonan kepada DKP3 sebagaimana prosedur peminjaman alsintan lainnya.

“Petani tinggal mengajukan permohonan ke DKP3, nanti penggunaan drone akan didampingi operator yang sudah dilatih khusus,” ujarnya.

  • Alsintan Modern
  • drone penyemprot pestisida

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.