Menkomdigi Ungkap Perempuan dan Anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Digital

Kamis, 23 Apr 2026, 15:20 WIB

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan bahwa perempuan dan anak, rentan menjadi korban kejahatan di ruang digital. Sebab menurut dia, kejahatan di dunia maya berkembang lebih cepat akibat mudahnya distribusi konten dan anonimitas pelaku.

Diungkapkannya, kejahatan digital yang kerap menyasar perempuan dan anak, yakni sextortion, penipuan berbasis manipulasi konten, hingga perdagangan orang. Untuk itu Menkomdigi menegaskan bahwa hal tersebut, tidak dapat dianggap sebagai gangguan biasa di internet.

Ket. Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid — Sumber: Humas Kemkomdigi

Namun dikatakan Meutya, bahwa persoalan tersebut, harus dapat menjadi perhatian bersama. Tidak hanya sebagai persoalan keselamatan, namun yang lebih utama ialah perlindungan yang lebih tegas.

"Ranah digital mempermudah orang melakukan pemerasan, penipuan, human trafficking, terhadap perempuan. Ini menunjukkan bahwa kita harus sama-sama melindungi perempuan di ruang digital," kata Meutya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/4).

Meski demikian, Menkomdigi menyatakan bahwa pemerintah telah memiliki sejumlah regulasi, sebagai upaya perlindungan di ruang digital. Salah satunya, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025, atau yang disebut sebagai PP TUNAS.

Ia mengatakan, kebijakan itu mewajibkan penerapan pembatasan akses akun digital, khususnya untuk anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini sebagai upaya mematangkan kesiapan dan perlindungan anak, dari ancaman serta dampak negatif di ruang digital.

"Kami bukan membatasi akses internetnya, tetapi akses anak memiliki akun sendiri sampai usia 16 tahun. Ini untuk memproteksi anak-anak, dari bahaya yang nyata terhadap mereka ketika belum siap di ruang digital yang begitu luas," ujar Menkomdigi. ils/I-1

  • Menkomdigi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.